Celah PHP Ditemukan AI, Situs Pemerintah Eropa Hingga Wikipedia Ikut Offline

Temuan celah keamanan kritis pada PHP yang dibantu AI memicu situs pemerintah Eropa hingga Wikipedia menonaktifkan layanan. Pengembang rilis pembaruan darurat, tetapi pakar khawatir peretas justru memanfaatkan informasi tersebut untuk eksploitasi massal.

Oct 22, 2026 - 04:01
Updated: 11 hours ago
0
Celah PHP Ditemukan AI, Situs Pemerintah Eropa Hingga Wikipedia Ikut Offline
Celah PHP Ditemukan AI, Situs Pemerintah Eropa Hingga Wikipedia Ikut Offline

Sejumlah situs pemerintah di Eropa dan beberapa kawasan tidak dapat diakses pada Rabu (21/10) setelah terungkapnya celah keamanan kritis pada PHP, bahasa pemrograman yang menjadi fondasi banyak situs web. Celah ini ditemukan dengan bantuan kecerdasan buatan (AI). Langkah penonaktifan dilakukan sebagai tindakan pencegahan setelah muncul peringatan bahwa peretas mulai mengeksploitasi kerentanan tersebut.

Pengembang PHP telah merilis pembaruan keamanan darurat untuk menambal celah yang tersembunyi selama bertahun-tahun. Mereka mendesak seluruh pengguna segera memperbarui sistem guna menghindari serangan siber. Namun, para pakar memperingatkan bahwa publikasi perbaikan justru dapat memberi kesempatan bagi peretas untuk mempelajari celah tersebut, terlebih dengan bantuan AI.

Costin Raiu, salah satu pendiri perusahaan riset keamanan siber TLP:Black, menilai AI mempercepat persaingan antara peretas yang berupaya mengeksploitasi kerentanan dan pengelola situs yang berusaha memperbaiki sistem. Kondisi ini berpotensi memicu kompromi massal terhadap server web yang masih rentan.

PHP telah digunakan sejak awal 1990-an dan menjadi tulang punggung berbagai situs web, termasuk yang berbasis WordPress, Drupal, Joomla, dan Magento. Data W3Techs menunjukkan PHP digunakan oleh sekitar 75 persen situs web yang bahasa pemrogramannya dapat diidentifikasi. Tiffany Farriss, CEO sementara Drupal Association, mengatakan seluruh server yang menggunakan versi PHP yang dirilis dalam 20 tahun terakhir berpotensi terdampak. "Masalah ini berdampak pada sebagian besar internet," ujarnya, dikutip dari Reuters.

Perusahaan intelijen internet Censys mencatat sekitar 1,5 juta dari 2,6 juta host yang terdeteksi menjalankan versi PHP belum memiliki perbaikan keamanan. Di Belanda, National Cyber Security Centre (NCSC) menonaktifkan situsnya sebagai langkah preventif. Langkah serupa diambil Pelabuhan Rotterdam, portal pemerintah Overheid.nl, asosiasi sepak bola nasional KNVB, situs lima partai politik terbesar, serta sejumlah rumah sakit.

Di Denmark, perusahaan teknologi informasi pemerintah daerah Kombit menonaktifkan sejumlah layanan, termasuk platform komunikasi sekolah nasional. Gangguan juga terjadi di Finlandia setelah penyedia layanan teknologi informasi pemerintah Valtori menonaktifkan layanan jaringan publik pemerintah. Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri Prancis menyatakan seluruh situs webnya ditempatkan dalam pemeliharaan sebagai upaya preventif.

Di luar layanan pemerintah, operator Wikipedia menonaktifkan sejumlah sistem hingga pembaruan keamanan dapat diterapkan. Internet Archive, perpustakaan digital yang menyimpan berbagai arsip internet, juga menghentikan layanan sementara untuk menangani persoalan tersebut.

Kerentanan PHP ini ditemukan menggunakan AI oleh dua perusahaan keamanan siber, Calif dan Wiz, melalui penelitian terpisah. Calif mengungkap telah menemukan celah tersebut pada 1 Agustus dengan bantuan model bahasa besar (LLM). Wiz, perusahaan keamanan siber milik Alphabet, menyatakan menemukan kerentanan serupa menggunakan Wiz Atlas, alat penelitian keamanan otonom berbasis AI, serta Google Gemini 4 Argon dan OpenAI GPT-5.6 Sol. Menurut Wiz, celah tersebut telah tersembunyi dalam kode PHP selama lebih dari satu dekade dan sebelumnya sangat rumit untuk dieksploitasi secara manual. Namun, kemampuan AI membuat proses pencarian dan eksploitasi kerentanan menjadi lebih mudah dalam skala besar. Calif dan Wiz menyatakan telah berkoordinasi dengan tim pengembang PHP serta OpenAI terkait penemuan tersebut.

Kepala Keamanan Amazon CJ Moses mengungkap timnya mendeteksi upaya eksploitasi terhadap sistem jebakan atau honeypot milik perusahaan pada 17 Oktober, empat hari sebelum kerentanan diumumkan ke publik. Amazon kemudian mendeteksi upaya serangan lainnya pada Rabu (21/10), sebelum informasi kerentanan dipublikasikan secara resmi. Meski belum dapat memastikan apakah serangan tersebut akan berhasil terhadap situs web sebenarnya, Amazon menyatakan kerentanan PHP kini telah dieksploitasi secara luas. Lembaga keamanan siber di berbagai negara mengimbau pengguna PHP segera menerapkan pembaruan keamanan atau menonaktifkan situs sementara hingga perbaikan dapat dilakukan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User