Banjir Bandang Landa Padang, Bank Nagari Turun Tangan Salurkan 400 Paket Bantuan

Bank Nagari melalui Tim Reaksi Cepat menyalurkan 400 paket makanan dan minuman bagi warga terdampak banjir bandang di Kecamatan Koto Tangah dan Kuranji, Kota Padang. Bantuan diserahkan di posko pengungsian dan kantor camat, dengan 250 paket untuk Koto Tangah dan 150 paket untuk Kuranji. Bank Nagari membuka peluang bantuan lanjutan sesuai data Pemerintah Kota Padang.

Oct 12, 2026 - 16:02
Updated: 2 days ago
0 0
Banjir Bandang Landa Padang, Bank Nagari Turun Tangan Salurkan 400 Paket Bantuan
Banjir Bandang Landa Padang, Bank Nagari Turun Tangan Salurkan 400 Paket Bantuan

Bank Nagari bergerak cepat menyalurkan bantuan bagi warga yang terdampak banjir bandang di Kota Padang, Sabtu (10/10/2026). Melalui Tim Reaksi Cepat Bank Nagari Tanggap Bencana (TRC-BNTB), sebanyak 400 paket makanan dan minuman didistribusikan ke Kecamatan Koto Tangah dan Kuranji, Sumatera Barat, dalam hitungan jam setelah bencana terjadi.

Dari total bantuan tersebut, 250 paket diserahkan kepada masyarakat Koto Tangah. Penyaluran dilakukan di posko pengungsian Masjid Al Hijrah, Jalan Raya Kampung Apa, Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, dan diterima langsung oleh Camat Koto Tangah, Rio Ebu Pratama. Sementara itu, 150 paket lainnya diberikan untuk warga terdampak di Kecamatan Kuranji melalui penyerahan simbolis di Kantor Camat Kuranji yang diterima Camat Kuranji, Rozaldi Rosman.

Perwakilan Bank Nagari yang juga Pemimpin Bank Nagari Cabang Pasar Raya, Hendri Gozari, didampingi Kepala Bagian Humas Bank Nagari, Fefri Doni, menyatakan bahwa bantuan ini merupakan wujud kepedulian keluarga besar Bank Nagari terhadap masyarakat yang tertimpa musibah. Menurutnya, makanan dan minuman menjadi kebutuhan mendesak, terutama bagi warga yang mengungsi karena rumah mereka terendam banjir.

"Pada malam ini kami menyerahkan sebanyak 400 paket bantuan berupa makanan dan minuman kepada masyarakat di Koto Tangah dan Kuranji. Mudah-mudahan bantuan ini bisa bermanfaat bagi saudara-saudara kami," ujar Hendri.

Hendri menambahkan, Bank Nagari tidak menutup kemungkinan menyalurkan bantuan lanjutan sesuai kebutuhan warga. Penyaluran berikutnya akan mempertimbangkan data yang dihimpun Pemerintah Kota Padang agar bantuan tepat sasaran. "Jika nantinya data dari Pemerintah Kota Padang sudah terkumpul dan keperluan masyarakat terdata, tidak tertutup kemungkinan bantuan lainnya akan diberikan," katanya.

Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra, menegaskan komitmen perusahaan untuk meringankan beban masyarakat Sumatera Barat yang terkena musibah bencana alam. Ia menyebut Bank Nagari akan berupaya menyalurkan bantuan secepat mungkin sesuai kebutuhan paling mendesak. Gusti juga menjelaskan bahwa Bank Nagari tidak hanya berfokus pada bisnis dan keuntungan, tetapi juga peduli terhadap masyarakat dan lingkungan, mendukung kegiatan sosial keagamaan, serta mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

Camat Koto Tangah, Rio Ebu Pratama, mengapresiasi bantuan Bank Nagari. Ia menjelaskan sejumlah kawasan di Kecamatan Koto Tangah terdampak banjir, di antaranya Kampung Apa, Lubuk Minturun, dan Sungai Lareh. Rio memastikan seluruh warga yang sempat terjebak berhasil dievakuasi dan tidak ada korban jiwa maupun luka. "Alhamdulillah semua warga kami yang sempat terjebak banjir berhasil dievakuasi. Kami juga bersyukur tidak ada korban jiwa maupun luka," ungkapnya. Saat bantuan disalurkan, lebih dari 50 kepala keluarga (KK) dilaporkan mengungsi di Koto Tangah, salah satunya di Masjid Al Hijrah.

Camat Kuranji, Rozaldi Rosman, juga menyampaikan apresiasi atas langkah cepat Bank Nagari. Di Kecamatan Kuranji, sejumlah kawasan terdampak banjir meliputi Kelurahan Kuranji, Gunung Sarik, dan Sungai Sapih. Data kejadian pada Sabtu (10/10/2026) pukul 11.00 hingga 18.00 WIB mencatat beberapa titik terdampak di Kelurahan Kuranji, seperti Kampung Tanjung, Lapau Munggu, dan Guo. Di Lapau Munggu, sejumlah rumah di RT 02 RW 06 dilaporkan mengalami kerusakan berat, dengan data awal lima rumah tangga terdampak.

Data kewilayahan mencatat RT 02 RW 06 memiliki 210 KK atau 725 jiwa, sedangkan RT 04 RW 05 tercatat 83 KK atau 324 jiwa dengan 62 rumah, dan sebagian warga mengungsi ke tenda di Mushalla Ar-Ridwan. Dampak banjir juga terjadi di RT 01 RW 06 berupa luapan area intake PDAM dan pintu air, sementara di RT 03 RW 06 sebanyak 55 jiwa terdampak. Lokasi pengungsian di Kelurahan Kuranji mencatat 367 orang di tenda Lapau Munggu, 250 orang di Mushalla Ar-Ridwan, dan 55 orang di warung dekat jembatan Guo, dengan total 672 orang mengungsi.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan darurat dan pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga terdampak masih menjadi perhatian utama. Penyaluran bantuan dari Bank Nagari diharapkan dapat meringankan beban para pengungsi. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan pendataan kebutuhan masyarakat terus dilakukan agar bantuan lanjutan dapat tersalurkan sesuai kondisi di lapangan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User