Perahu Penyeimbang Patah di Selat Sikakap, 37 Penumpang Selamat Berkat Bantuan Cepat

Sebuah speak boat terbalik di Selat Sikakap, Kepulauan Mentawai, Selasa (13/10) sore, diduga karena serepak patah dan kelebihan penumpang. Seluruh 37 penumpang, mayoritas siswa SMAN 1 Pagai Utara Selatan, selamat berkat bantuan cepat perahu lain. Posal Sikakap mengingatkan operator agar mengutamakan keselamatan dan mewaspadai cuaca musim badai.

Oct 13, 2026 - 16:02
Updated: 16 hours ago
0 0
Perahu Penyeimbang Patah di Selat Sikakap, 37 Penumpang Selamat Berkat Bantuan Cepat
Perahu Penyeimbang Patah di Selat Sikakap, 37 Penumpang Selamat Berkat Bantuan Cepat

Sebuah speak boat yang mengangkut 37 penumpang terbalik di tengah Selat Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Selasa (13/10) sore. Seluruh penumpang dilaporkan selamat dalam insiden yang terjadi sekitar pukul 15.16 WIB tersebut. Mayoritas penumpang merupakan siswa SMAN 1 Pagai Utara Selatan (PUS).

Berdasarkan informasi dari Pos Angkatan Laut (Posal) Sikakap, perahu bertolak dari Dusun Berkat Baru, Pulau Pagai Selatan, menuju Dusun Sikakap Tengah, Pulau Pagai Utara. Diduga, salah satu serepak atau kayu penyeimbang di sisi perahu patah saat melintasi selat. Akibatnya, perahu kehilangan keseimbangan dan terbalik. Kondisi perahu yang diduga membawa penumpang melebihi kapasitas turut menjadi sorotan dalam insiden ini.

Beruntung, sejumlah perahu lain dengan cepat datang memberikan pertolongan. Para penumpang sempat bertahan di badan perahu yang terbalik sebelum bantuan tiba. Sebagian penumpang berenang menuju perahu penolong, sementara yang lain dievakuasi langsung dari dalam air. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Wakil Komandan Posal Sikakap, Serka Harum Syah, menegaskan pentingnya keselamatan penumpang di atas segalanya. "Operator speak boat harus mengutamakan keselamatan penumpang. Jangan karena ingin mendapatkan uang banyak, sehingga keselamatan penumpang diabaikan dengan mengisi penumpang berlebih," ujarnya, Selasa (13/10/2026).

Serka Harum Syah juga mengingatkan bahwa cuaca saat ini memasuki musim badai dan angin kencang. Menurutnya, permukaan laut yang tampak tenang dari daratan belum tentu mencerminkan kondisi gelombang di tengah perairan. Ia pun mengimbau operator untuk membatasi jumlah penumpang, memeriksa kondisi cuaca sebelum berlayar, dan menyediakan pelampung di setiap perahu. Sosialisasi keselamatan pelayaran, katanya, telah berulang kali disampaikan kepada para operator.

Salah seorang penumpang, Ages, mengungkapkan bahwa perahu membawa banyak penumpang saat melintasi perairan bergelombang. Patahnya kayu penyeimbang secara tiba-tiba membuat perahu langsung terbalik. Kedatangan perahu bantuan yang cepat membuat seluruh penumpang dapat diselamatkan.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden itu menyebabkan sejumlah barang milik penumpang basah akibat terendam air laut. Pakaian, celana, buku, hingga telepon genggam dilaporkan ikut terkena air. Pantauan di lokasi setelah kejadian memperlihatkan sejumlah penumpang menangis karena syok, sementara penumpang lainnya saling menguatkan dan berusaha mengeringkan barang-barang yang basah.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya disiplin keselamatan transportasi laut, terutama bagi masyarakat yang mengandalkan perahu sebagai sarana mobilitas sehari-hari di wilayah Kepulauan Mentawai. Pembatasan kapasitas, pemeriksaan kondisi perahu, ketersediaan alat keselamatan, serta kewaspadaan terhadap cuaca perlu menjadi perhatian utama agar kejadian serupa tidak terulang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User