CdM Indonesia Kawal Ketat 12 Atlet di Olimpiade Remaja Dakar, Termasuk Siapkan Katering Gizi Khusus
Tim CdM Indonesia menerapkan pengawalan ketat bagi 12 atlet yang berlaga di Youth Olympic Games 2026 Dakar, Senegal, 31 Oktober-13 November. Selain membagi keberangkatan ke tiga kloter, CdM berkoordinasi dengan KBRI Dakar untuk menyiapkan katering gizi khusus sesuai kebutuhan dan pantangan makanan setiap atlet.
Tim Chef de Mission (CdM) Indonesia menyiapkan pendampingan menyeluruh bagi kontingen yang akan tampil di Youth Olympic Games 2026 Dakar, Senegal. Pengawalan dilakukan sejak keberangkatan hingga kepulangan atlet, termasuk pengaturan jadwal terbang dan penyediaan makanan bergizi selama ajang berlangsung.
Olimpiade Remaja edisi kali ini dijadwalkan bergulir pada 31 Oktober hingga 13 November 2026. Indonesia mengirimkan 12 atlet yang tersebar di sembilan cabang olahraga, yakni atletik, renang, bulu tangkis, balap sepeda, berkuda, judo, skateboard, triathlon, dan wushu.
Dari sembilan cabor tersebut, bulu tangkis hanya diwakili dua atlet, yaitu Rayhan Pandu Aksara di tunggal putra dan Miftaqul Putri Ayudis di tunggal putri. Keduanya menjadi bagian dari rombongan yang akan diberangkatkan secara bertahap.
CdM Indonesia Ita Yuliati menegaskan bahwa pendampingan ekstra wajib diberikan selama berada di Senegal. Menurutnya, para atlet remaja ini merupakan aset penting bagi masa depan olahraga nasional sehingga tidak boleh dibiarkan menghadapi kendala sendirian.
Untuk mendukung kebutuhan logistik, pihak CdM berkoordinasi intensif dengan KBRI Dakar. Salah satu perhatian utama adalah penyediaan katering gizi khusus karena setiap atlet memiliki kebutuhan nutrisi dan pantangan makanan yang berbeda.
"Saat ini kami sudah berkoordinasi erat dengan pihak KBRI Dakar dan Bapak Duta Besar untuk memantau situasi di lapangan, seperti kondisi cuaca, makanan, dan hal lainnya. Kami ingin memastikan semuanya terlaksana dengan baik," kata Ita saat meninjau persiapan cabor bulu tangkis di Pelatnas PBSI, Jakarta Timur, Selasa (13/10).
"Setiap atlet punya kebutuhan nutrisi masing-masing, termasuk pantangan makanan tertentu. Hal ini kami komunikasikan ke KBRI agar difasilitasi katering khusus," tambahnya.
Rombongan Indonesia akan diberangkatkan dalam tiga kloter penerbangan. Kloter pertama dijadwalkan terbang pada 27 Oktober untuk empat cabor awal, termasuk bulu tangkis. Kloter kedua menyusul pada 29 Oktober, sedangkan kloter terakhir berangkat pada 3 November. Skema ini dipilih agar para atlet bisa tiba di lokasi pertandingan empat hari lebih awal.
"Jadi, kami ingin selalu mengawal para atlet dari berangkat hingga pulang, tidak dibiarkan sendiri-sendiri seperti di beberapa ajang lainnya," ujar Ita. "Tim CdM akan mendampingi di setiap kloter agar semuanya aman. Jangan sampai ada kendala, mereka ini kan aset negara."
Soal target medali, Ita menyampaikan bahwa Kemenpora belum menetapkan angka pasti. Meski demikian, ia optimistis seluruh atlet dapat tampil maksimal berkat pemanfaatan sport science di pelatnas.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)