Tanggap Darurat 21 Hari Berakhir, Kabupaten Solok Mulai Masa Transisi Enam Bulan Pascabanjir Bandang
Kabupaten Solok resmi mengakhiri masa tanggap darurat 21 hari dan memulai masa transisi pemulihan pascabanjir bandang selama enam bulan. Pemerintah daerah mempercepat penyusunan dokumen R3P dan memperkuat koordinasi, sementara BMKG memperingatkan puncak musim hujan pada November-Desember yang berpotensi meningkatkan curah hujan di wilayah tersebut.
Kabupaten Solok resmi memasuki masa transisi pemulihan pascabencana galodo atau banjir bandang selama enam bulan. Status ini mulai berlaku setelah masa tanggap darurat yang berlangsung selama 21 hari dinyatakan berakhir. Pemerintah daerah pun menyiapkan sejumlah langkah untuk memastikan pemulihan berjalan terarah sekaligus mengantisipasi potensi bencana susulan.
Persiapan tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) Forkopimda Kabupaten Solok terkait penetapan status bencana. Forum itu digelar di Posko Utama Bencana Arosuka, Lapangan Kantor Bupati Solok, pada Senin (12/10/2026).
Bupati Solok, Jon Firman Pandu, menegaskan bahwa masa transisi merupakan tahapan penting dalam proses pemulihan. Menurutnya, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) harus memperkuat koordinasi dan komunikasi agar pemulihan dapat berjalan optimal.
"Memasuki masa transisi, persiapan ke depan menjadi sangat penting karena kita tidak ingin kejadian seperti ini terulang kembali," ujarnya.
Pemerintah daerah juga mendorong percepatan penyusunan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P). Dokumen ini akan menjadi dasar pelaksanaan program pemulihan, termasuk percepatan penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak galodo.
Jon Firman Pandu menambahkan bahwa pihaknya akan mengakhiri masa tanggap darurat yang telah dilaksanakan selama 21 hari dan beralih ke masa transisi selama enam bulan ke depan. Ia meminta progres pekerjaan yang telah maupun akan dilaksanakan dipersiapkan secara matang.
Dalam FGD tersebut, perwakilan Stasiun Meteorologi Kelas III Minangkabau memaparkan bahwa wilayah Sumatera Barat diprediksi mengalami puncak musim hujan pada November hingga Desember mendatang. Kabupaten Solok diperkirakan menjadi salah satu wilayah dengan kecenderungan curah hujan lebih tinggi.
BMKG juga menyampaikan prakiraan hujan sedang untuk Kabupaten Solok pada hari pelaksanaan FGD, sedangkan dalam lima hari berikutnya diperkirakan terjadi hujan ringan. Informasi cuaca tersebut akan terus diperbarui mengikuti perkembangan kondisi atmosfer.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)