237 Siswa dan Guru di Agam Alami Diare hingga Muntah, Menu MBG Diduga Jadi Pemicunya

Ratusan siswa SD dan guru di Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam, mengalami diare dan muntah setelah diduga mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Dinkes Agam mencatat 237 orang terdampak, dua di antaranya dirujuk ke rumah sakit di Bukittinggi. Wali Nagari Koto Rantang meminta pendistribusian MBG dihentikan sementara sambil menunggu hasil evaluasi menyeluruh.

Sep 29, 2026 - 07:33
Sep 29, 2026 - 07:33
 0
237 Siswa dan Guru di Agam Alami Diare hingga Muntah, Menu MBG Diduga Jadi Pemicunya
237 Siswa dan Guru di Agam Alami Diare hingga Muntah, Menu MBG Diduga Jadi Pemicunya

Sebanyak 237 siswa dan guru di Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mengalami diare dan muntah setelah diduga mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Peristiwa yang terjadi pada Rabu (2/9/2026) itu membuat ratusan orang harus mendapatkan penanganan medis di Puskesmas dan Puskesmas Pembantu (Pustu) setempat.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Agam, dr Hendri Rusdian, menyatakan bahwa dua orang di antara korban harus dirujuk ke rumah sakit di Bukittinggi karena kondisinya memerlukan perawatan lebih lanjut. "Ada 237 yang keracunan. Mereka ditangani di Puskesmas dan Pustu. Ada dua orang yang harus dirujuk ke rumah sakit di Bukittinggi," ujarnya.

Meski demikian, Hendri menegaskan bahwa pihaknya belum bisa memastikan penyebab pasti keluhan tersebut. Dinkes Agam bersama instansi terkait langsung turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan, termasuk mengambil sampel guna memastikan sumber masalahnya. "Kita baru bisa menduga. Tentunya harus kita selidiki dulu. Kita tes sampelnya. Yang jelas, mereka sebelumnya bersama mengkonsumsi menu MBG," katanya.

Menu MBG yang dikonsumsi para siswa dan guru tersebut meliputi nasi, telur puyuh, tahu, kuah gulai, irisan tomat, irisan mentimun, selada, dan semangka. Berdasarkan data yang dihimpun, ada 20 sekolah yang terdampak dengan total penerima manfaat mencapai 2.618 orang.

Menanggapi kejadian ini, Wali Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuah, Novri Agus Parta Wijaya, mengeluarkan surat permohonan penghentian sementara dan evaluasi pelaksanaan program MBG. Dalam surat tersebut, ia menyebut kondisi serius yang menimpa warga telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Pemerintah Nagari Koto Rantang meminta agar pendistribusian MBG dihentikan sementara waktu. Mereka juga mendesak dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program, penyampaian hasil evaluasi kepada pihak terkait, serta jaminan keamanan apabila program MBG hendak dilanjutkan kembali.

Hingga saat ini, Dinkes Agam masih terus melakukan penyelidikan untuk memastikan apakah keluhan ratusan siswa dan guru tersebut benar-benar disebabkan oleh menu MBG atau faktor lain. Hasil tes sampel diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai penyebab pasti insiden ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0