Warga Pasaman Terkena Sengatan Kabel di Area Perkebunan, Pakar K3 Desak Evaluasi Menyeluruh

Seorang warga bernama Ibu Anis mengalami luka bakar akibat sengatan kabel di kawasan perkebunan Batu Kambing, Pasaman. Pakar K3 Ir. Ulul Azmi menekankan pentingnya pemeriksaan menyeluruh dan pengamanan lokasi untuk mencegah kecelakaan serupa, serta mengingatkan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama.

Sep 28, 2026 - 05:22
Sep 28, 2026 - 05:22
 0
Warga Pasaman Terkena Sengatan Kabel di Area Perkebunan, Pakar K3 Desak Evaluasi Menyeluruh
Warga Pasaman Terkena Sengatan Kabel di Area Perkebunan, Pakar K3 Desak Evaluasi Menyeluruh

Kecelakaan akibat sengatan kabel yang menimpa seorang warga di Batu Kambing, Kecamatan Mapat Tunggul Selatan, Kabupaten Pasaman, mendapat sorotan dari pakar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Ir. Ulul Azmi, S.T., M.Si., CST., IPM., ASEAN Eng. Peristiwa yang terjadi pada Minggu, 30 Agustus 2026 itu mengakibatkan korban bernama Ibu Anis mengalami luka bakar serius dan harus menjalani perawatan medis.

Menurut Ulul Azmi, insiden ini bukan sekadar persoalan keberadaan kabel, melainkan bagaimana memastikan kabel yang melintasi area perkebunan tetap aman bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitarnya. Ia menekankan bahwa perkebunan bukanlah kawasan yang bebas dari aktivitas manusia, karena warga dapat memanen, membersihkan tanaman, membawa peralatan, atau melakukan pekerjaan lain.

"Perkebunan bukan merupakan kawasan yang bebas dari aktivitas manusia. Masyarakat dapat melakukan berbagai kegiatan seperti memanen, membersihkan tanaman, membawa peralatan maupun pekerjaan lainnya," ujar Ulul Azmi.

Ia menjelaskan bahwa aspek keselamatan kabel di area perkebunan harus memperhatikan jarak aman, kondisi konstruksi, ketinggian kabel, serta potensi risiko terhadap aktivitas warga. Dalam prinsip K3, tindakan pencegahan wajib dilakukan sebelum kecelakaan terjadi, dengan mengidentifikasi, menilai, dan mengendalikan setiap potensi bahaya.

Ulul Azmi menegaskan bahwa pemeriksaan atas insiden ini tidak bisa hanya berdasarkan dugaan. Diperlukan pengecekan langsung di lokasi untuk mengetahui kondisi kabel, ketinggian, jarak terhadap tanah dan tanaman, serta faktor keselamatan lainnya. "Yang paling penting adalah memastikan apakah pada saat kejadian terdapat jarak aman yang memadai terhadap aktivitas manusia yang secara wajar dapat diperkirakan terjadi di lokasi tersebut," ujarnya.

Selain itu, ia mendesak agar lokasi kejadian segera diamankan guna mencegah kecelakaan lanjutan. Pemeriksaan tidak boleh terbatas pada titik korban tersengat, tetapi juga mencakup kawasan sekitarnya. Jika sebelumnya pernah ada laporan masyarakat mengenai kondisi kabel yang membahayakan, riwayat laporan tersebut harus ditelusuri sebagai bagian dari evaluasi.

"Dalam K3, kita tidak boleh menunggu seseorang menjadi korban terlebih dahulu baru melakukan pengendalian terhadap bahaya," tegasnya.

Ulul Azmi juga mengingatkan bahwa perbaikan atau penataan kabel di area berisiko harus dilakukan dengan prosedur kerja yang aman, melibatkan petugas kompeten, pengamanan area, jarak aman, dan pengawasan ketat. Menurutnya, penentuan penyebab dan pihak yang bertanggung jawab tidak boleh terburu-buru sebelum seluruh kondisi diperiksa secara menyeluruh.

"Prioritas saat ini adalah memastikan korban mendapatkan penanganan terbaik dan lokasi kejadian berada dalam kondisi aman. Setelah itu dilakukan pemeriksaan untuk menemukan akar penyebab serta tindakan korektif dan preventif," tuturnya.

Ia berharap peristiwa ini menjadi bahan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang di wilayah lain. Pemeriksaan terhadap kabel di sekitar permukiman dan lahan warga dinilai penting sebagai langkah pencegahan. "Keselamatan bukan hanya mengenai memastikan suatu fasilitas tetap berfungsi. Yang jauh lebih penting adalah memastikan masyarakat terlindungi dari potensi bahaya yang dapat ditimbulkan oleh fasilitas tersebut," katanya. Sementara itu, kondisi korban diharapkan segera membaik dan pulih setelah mendapatkan perawatan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0