Netanyahu Sebut Iran Incar Nyawa Anaknya, Klaim Muncul Jelang Pemilu Israel

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengeklaim Iran berupaya membunuh salah satu anak laki-lakinya. Klaim itu disampaikan dalam wawancara dengan Channel 14 tanpa menyebut kapan, di mana, dan anak mana yang menjadi sasaran. Tuduhan ini muncul saat perang Israel bersama AS dengan Iran masih berlangsung dan popularitas Netanyahu menjelang pemilu Oktober dilaporkan merosot.

Sep 28, 2026 - 05:21
Sep 28, 2026 - 05:21
 0
Netanyahu Sebut Iran Incar Nyawa Anaknya, Klaim Muncul Jelang Pemilu Israel
Netanyahu Sebut Iran Incar Nyawa Anaknya, Klaim Muncul Jelang Pemilu Israel

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melontarkan tuduhan bahwa Iran berupaya menghabisi nyawa salah satu anak laki-lakinya. Klaim tersebut ia sampaikan dalam wawancara dengan media konservatif Israel, Channel 14, pada Senin (24/8), di tengah perang yang masih berkobar antara Israel bersama Amerika Serikat (AS) melawan Iran.

"Ini kasus yang sulit dipercaya. Iran menargetkan salah satu anak laki-laki saya," ujar Netanyahu, seperti dikutip Al Jazeera. Pemimpin Partai Likud itu menegaskan kembali bahwa Iran berusaha membunuh salah satu putranya.

Meski begitu, Netanyahu tidak membeberkan secara rinci kapan dan di mana dugaan rencana pembunuhan itu terjadi, termasuk anak laki-lakinya yang mana yang disebut menjadi sasaran.

Diketahui, Netanyahu memiliki dua anak laki-laki dan satu anak perempuan. Kedua putranya beserta istri Netanyahu mendapatkan perlindungan pribadi dari otoritas Israel. Anak pertamanya, Yair, kini berusia 35 tahun dan disebut berada di Miami, AS, sejak awal 2024. Al Jazeera menyebut tidak ada informasi lebih lanjut mengenai anak Netanyahu lainnya.

Tuduhan itu muncul saat Israel dan AS masih berperang dengan Iran sejak akhir Februari lalu. Operasi besar yang berlangsung pada bulan suci Ramadan tersebut mengakibatkan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, beserta keluarganya termasuk anak perempuannya tewas. Kepemimpinan Iran kemudian dilanjutkan oleh anak Khamenei lainnya, Mojtaba Khamenei, melalui proses pemilihan sesuai konstitusi negara itu.

Di sisi lain, klaim Netanyahu ini mencuat ketika jajak pendapat menunjukkan popularitas dan kepercayaan publik Israel terhadap dirinya merosot tajam, sementara pemilihan umum tinggal dua bulan lagi. Sejumlah pakar menilai Netanyahu berpotensi memanfaatkan isu keamanan untuk mendongkrak perolehan suara pada pemilu yang dijadwalkan berlangsung Oktober mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0