Rupiah Terpuruk ke Rp17.721 per Dolar AS, Sentimen Risk-Off Global Jadi Pemicunya

Nilai tukar rupiah ditutup melemah 27 poin atau 0,15 persen ke level Rp17.721 per dolar AS pada perdagangan Senin (24/8). Analis DOO Financial Futures Lukman Leong menyebut pelemahan ini dipicu rebound dolar AS di tengah sentimen risk-off global akibat meningkatnya ketidakpastian dampak Economic D-Day yang diserukan AS.

Sep 28, 2026 - 05:21
Sep 28, 2026 - 05:21
 0
Rupiah Terpuruk ke Rp17.721 per Dolar AS, Sentimen Risk-Off Global Jadi Pemicunya
Rupiah Terpuruk ke Rp17.721 per Dolar AS, Sentimen Risk-Off Global Jadi Pemicunya

Nilai tukar rupiah kembali berada di zona merah pada penutupan perdagangan Senin (24/8). Mata uang Garuda ditutup di level Rp17.721 per dolar AS, melemah 27 poin atau setara 0,15 persen dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya.

Pelemahan rupiah ini terjadi di tengah pergerakan mata uang Asia yang bervariasi terhadap dolar AS. Sejumlah mata uang kawasan tercatat ikut terdepresiasi, seperti yuan China yang melemah 0,04 persen, ringgit Malaysia turun 0,09 persen, dolar Singapura melemah 0,09 persen, yen Jepang turun 0,18 persen, dan won Korea Selatan terdepresiasi 0,01 persen.

Di sisi lain, dolar Hong Kong justru menguat 0,04 persen, sementara peso Filipina bergerak stabil terhadap dolar AS.

Tren serupa juga terlihat pada mayoritas mata uang utama negara maju yang kompak melemah terhadap dolar AS. Euro Eropa turun 0,11 persen, poundsterling Inggris melemah 0,08 persen, dolar Australia terkoreksi 0,12 persen, dolar Kanada melemah 0,57 persen, dan franc Swiss turun 0,15 persen.

Analis mata uang DOO Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa pelemahan rupiah tidak lepas dari penguatan dolar AS di tengah sentimen risk-off global. Menurutnya, kondisi ini dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian terkait dampak Economic D-Day yang diserukan Amerika Serikat.

"Rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS yang rebound di tengah sentimen risk-off global akibat meningkatnya ketidakpastian terkait dampak Economic D-Day yang diserukan AS, yang berpotensi menjatuhkan sanksi terhadap negara pihak ketiga, bank asing, maupun perusahaan komersial yang memberikan dukungan ekonomi vital kepada Teheran," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.

Dengan posisi tersebut, rupiah menutup perdagangan sore ini di level Rp17.721 per dolar AS, mencerminkan tekanan eksternal yang masih membayangi pergerakan nilai tukar mata uang domestik.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0