Kabut Asap Karhutla RI Bekap 29 Wilayah Malaysia, Kuala Lumpur hingga Sarawak Tak Sehat

Sebanyak 29 wilayah di Malaysia, termasuk Kuala Lumpur, mencatat indeks kualitas udara tidak sehat akibat kabut asap karhutla di Indonesia. Serian mencatat API tertinggi 183, disusul Johan Setia 172 dan Sri Aman 171. Kementerian Kesehatan Malaysia mengimbau warga mengurangi aktivitas luar ruangan. BNPB meminta negara tetangga tidak saling menyalahkan karena karhutla tak mengenal batas negara.

Sep 28, 2026 - 05:21
Sep 28, 2026 - 05:21
 0
Kabut Asap Karhutla RI Bekap 29 Wilayah Malaysia, Kuala Lumpur hingga Sarawak Tak Sehat
Kabut Asap Karhutla RI Bekap 29 Wilayah Malaysia, Kuala Lumpur hingga Sarawak Tak Sehat

Kualitas udara di puluhan wilayah Malaysia memburuk akibat kabut asap yang diduga kuat berasal dari kebakaran hutan dan lahan di sejumlah provinsi di Indonesia. Berdasarkan data Air Pollutant Index Management System (APIMS) pada Selasa (25/8) pukul 16.00 waktu setempat, sebanyak 29 wilayah tercatat berada dalam kategori tidak sehat atau unhealthy.

Dalam klasifikasi indeks polusi udara Malaysia, angka 0-50 berarti sehat, 50-100 sedang, 101-200 tidak sehat, 201-300 sangat tidak sehat, dan di atas 300 masuk kategori berbahaya. Sejumlah daerah yang terdampak antara lain Serian dengan API 183, Johan Setia 172, Sri Aman 171, Shah Alam di Selangor 160, Taiping 157, Tanjung Malim 157, Kuching 157, dan Tasek Ipoh 156.

Wilayah lain yang juga mencatat udara tidak sehat meliputi Minden 155, Putrajaya 155, Nilai 155, Samarahan 155, Bukit Rimbai 154, Sarikei 154, Sungai Petani 153, Pegoh Ipoh 153, serta Batu Muda di Kuala Lumpur dengan API 153 dan Seberang Perai 152.

Selanjutnya, Seri Manjung mencatat API 152, Kuala Selangor 152, Seremban 152, Alor Gajah 152, Segamat 152, Tangkak 151, Petaling Jaya 151, Banting 151, Batu Pahat 151, Klang 141, dan Balik Pulau 114.

Menyikapi kondisi ini, Kementerian Kesehatan Malaysia mengimbau masyarakat yang terdampak untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika indeks udara melampaui angka 100. Warga juga diminta segera memeriksakan diri jika mengalami sesak napas atau batuk berkepanjangan.

Kementerian tersebut juga akan memperkuat pengawasan terhadap penyakit yang berkaitan dengan kabut asap, meningkatkan kesiapan fasilitas kesehatan, pasokan obat-obatan, serta tenaga medis.

Di sisi lain, otoritas Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk menangani karhutla. Pemadam kebakaran, badan penanggulangan bencana, militer, hingga polisi dikerahkan untuk bekerja sama memadamkan kebakaran. Indonesia juga menjalankan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mengkondisikan awan agar dapat menurunkan hujan.

Menanggapi kabut asap lintas batas ini, Malaysia memilih menggunakan jalur ASEAN karena menilai kabut asap merupakan masalah kawasan. Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura untuk tidak menyalahkan dampak kebakaran hutan dan lahan di wilayah Indonesia.

Plt Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BNPB Berton Pandjaitan menegaskan karhutla tidak mengenal batas administrasi maupun batas negara. Menurutnya, penanganan karhutla perlu dilakukan bersama tanpa memperdebatkan sumber asap secara sembarangan. "Jadi pendekatan kita bukan saling menyalahkan, tetapi bagaimana masing-masing negara melakukan upaya maksimal di wilayahnya dan bersama-sama mengurangi dampak asap lintas batas," ujar Berton dalam keterangan tertulis, akhir pekan lalu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0