Kesepakatan BoP: Hamas Setuju Dilucuti, Israel Mundur Bertahap dari Gaza
Dewan Perdamaian (BoP) mengumumkan kesepakatan bersejarah untuk melucuti senjata Hamas dan kelompok bersenjata lain di Gaza. Kesepakatan ini mencakup pembentukan Komite Nasional Administrasi Gaza (NCAG), pengawasan internasional, penyerahan senjata ke komite, dan penarikan bertahap pasukan Israel. Hamas menyetujui peta jalan, namun menekankan pelucutan senjata bergantung pada penarikan Israel dan rekonstruksi Gaza.
Dewan Perdamaian (BoP) untuk Jalur Gaza mengumumkan kesepakatan lanjutan dari gencatan senjata yang bertujuan melucuti persenjataan Hamas dan kelompok bersenjata lainnya. Pengumuman tersebut disampaikan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui akun media sosialnya, Truth Social, pada Jumat (31/7). Trump menyebut kesepakatan itu sebagai langkah monumental menuju perdamaian dan keamanan yang langgeng.
Kesepakatan ini merupakan implementasi dari rencana 20 poin yang diusulkan oleh Amerika Serikat pada November tahun lalu. Dalam pernyataan resminya, BoP menyampaikan terima kasih kepada mediator Turki, Qatar, dan Amerika Serikat atas upaya yang telah dilakukan. BoP juga menyebut peta jalan yang dihasilkan sebagai terobosan bersejarah.
Berdasarkan salinan dokumen yang ditinjau Al Jazeera, peta jalan pelucutan senjata harus disiapkan dalam waktu 14 hari, dengan kemungkinan perpanjangan atas persetujuan badan verifikasi internasional dan semua pihak terkait. Pemerintahan Gaza akan beralih ke Komite Nasional Administrasi Gaza (NCAG), sebuah badan teknokrat Palestina yang dibentuk di bawah naungan BoP. NCAG akan didukung oleh Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) dan bertugas memulihkan keamanan, supremasi hukum, dan perbaikan kemanusiaan di Gaza.
Untuk pertama kalinya, Hamas secara resmi berkomitmen pada rencana yang dapat ditindaklanjuti untuk melepaskan semua senjatanya. Proses pelucutan senjata akan dimulai setelah NCAG dan ISF masuk ke Gaza. NCAG akan mengawasi inventarisasi dan penyimpanan senjata, termasuk senjata berat, terowongan, dan lokasi produksi militer yang akan dibongkar. Selama proses tersebut, senjata tidak akan diserahkan kepada Israel atau pihak Palestina mana pun, melainkan hanya kepada NCAG sebagai satu-satunya kekuatan yang memegang senjata di Gaza.
Pejabat BoP mengonfirmasi bahwa senjata yang dipegang polisi akan dipindahkan terlebih dahulu, diikuti oleh pelucutan senjata berat. Semua aktivitas militer di Gaza harus dihentikan berdasarkan rencana tersebut. BoP menyatakan bahwa konsesi ini akan memberikan manfaat signifikan bagi rakyat Gaza dan keamanan bagi Israel.
Setelah pelucutan senjata selesai, pasukan Israel akan ditarik secara bertahap dari Gaza. Pasukan Stabilisasi Internasional akan bekerja sama dengan pasukan polisi Palestina yang baru untuk bertanggung jawab atas keamanan Gaza. Anggota delegasi negosiasi Hamas, Ghazi Hamad, mengatakan bahwa negosiasi tersebut sulit dan berat. Ia menegaskan bahwa pelucutan senjata bergantung pada penarikan Israel dari Gaza dan kemajuan rekonstruksi. Hamas juga enggan mematuhi perjanjian jika Israel melanggar kesepakatan, mengingat Israel telah berulang kali melanggar gencatan senjata dengan menyerang warga sipil dan membatasi pergerakan. Hingga saat ini, Israel belum memberikan komentar resmi mengenai perjanjian tersebut.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0