Kementerian PU Kirim 2.000 Liter Air ke Muaro Jambi, Api Karhutla Padam tapi Pendinginan Berlanjut
Kementerian PU melalui BWS Sumatera VI Jambi mengerahkan dua tandon air portabel berkapasitas total 2.000 liter untuk mendukung pemadaman karhutla di Desa Pematang Gajah, Muaro Jambi. Kebakaran yang diduga dipicu kondisi kering musim kemarau melanda sekitar 20 ha lahan gambut. Api sudah dipadamkan, namun operasi pendinginan masih berjalan untuk mencegah titik api muncul kembali.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) turun tangan membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Pematang Gajah, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi. Bantuan diberikan dengan memasok kebutuhan air untuk proses pemadaman sekaligus pendinginan di lokasi kebakaran.
Melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VI Jambi, Kementerian PU mengerahkan dua tandon air portabel dengan kapasitas total 2.000 liter. Dukungan ini diberikan bersama BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, dan Satgas Karhutla.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pihaknya terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau 2026. Menurutnya, peran Kementerian PU tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur semata.
"Kementerian PU tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memastikan infrastruktur tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung penanggulangan bencana, menjaga ketersediaan air, melindungi lingkungan, serta menjamin keselamatan masyarakat," kata Dody dalam rilisnya, Selasa (25/8).
Kebakaran yang terjadi Senin (24/8) sekitar pukul 09.00 WIB itu diduga dipicu kondisi kering selama musim kemarau. Api membakar sekitar 20 hektare lahan gambut di kawasan tersebut.
Kementerian PU menyatakan api telah berhasil dipadamkan. Meski demikian, operasi pendinginan masih dilakukan untuk mencegah munculnya kembali titik api, terutama di area gambut yang rentan terbakar ulang.
Langkah pemadaman dan pendinginan ini menjadi bagian dari upaya lintas instansi dalam menangani karhutla di Muaro Jambi. Ketersediaan air yang memadai dinilai krusial agar proses pemadaman berjalan tuntas dan tidak menyisakan bara yang berpotensi memicu kebakaran baru.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0