Prabowo Targetkan 100 GWp dalam Tiga Tahun, 14 Proyek PLTS Mulai Dibangun di Enam Provinsi
Pemerintah resmi memulai Program PLTS 100 GWp lewat groundbreaking di Gilimanuk, Bali. Tahap awal mencakup 14 proyek di enam provinsi berkapasitas total 5,3 GWp. Presiden Prabowo menargetkan 100 GWp rampung dalam tiga tahun, sementara Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyoroti potensi penghematan APBN hingga Rp73 triliun per tahun dan penciptaan 5,52 juta lapangan kerja.
Pemerintah Indonesia menandai dimulainya Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 Giga Watt-peak (GWp) melalui peluncuran dan groundbreaking yang digelar di Gilimanuk, Bali, Selasa (25/8). Langkah ini menjadi titik awal pelaksanaan program energi terbarukan berskala nasional yang menyasar berbagai wilayah, dari proyek besar hingga daerah kepulauan.
Pada tahap pertama, pemerintah meluncurkan 14 proyek PLTS yang tersebar di enam provinsi dengan total kapasitas sekitar 5,3 GWp. Sejumlah proyek yang masuk dalam tahap awal antara lain PLTS Gilimanuk berkapasitas 300 MWp, PLTS Terapung Gajah Mungkur 134 MWp, PLTS Desa Sembur 0,92 MWp, dan PLTS Pulau Rengit 0,078 MWp.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa Program PLTS 100 GWp merupakan langkah strategis untuk mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi nasional. Menurutnya, Indonesia kini telah memiliki industri panel surya serta industri baterai penyimpanan listrik atau BESS di dalam negeri. "Terlebih lagi, Indonesia sudah memiliki industri panel surya dan industri baterai penyimpanan listrik/BESS di dalam negeri, sehingga melalui PLTS 100 GWp kita betul-betul akan berdiri di atas kaki kita sendiri," ujar Bahlil dalam rilis resmi.
Pemanfaatan energi surya juga diarahkan untuk menopang aktivitas ekonomi masyarakat. PLTS Desa Sembur disebut menjadi contoh penerapan energi surya bagi kegiatan ekonomi nelayan, melalui penyediaan listrik untuk fasilitas cold storage berkapasitas 5 ton dan mesin pembuat es berkapasitas 4 ton. Sementara itu, PLTS Pulau Rengit memperpanjang waktu nyala listrik masyarakat dari sebelumnya sekitar 12 jam menjadi 24 jam setiap hari, sekaligus menurunkan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) sekitar Rp4.400 per kWh atau 26 persen lebih rendah.
Bahlil menambahkan bahwa sebagai negara tropis dengan paparan sinar matahari sepanjang tahun, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan energi surya. Penguatan industri panel surya dan sistem penyimpanan energi baterai di dalam negeri disebut menjadi salah satu fondasi utama pelaksanaan program ini.
Dari sisi dampak ekonomi dan lingkungan, program PLTS 100 GWp diproyeksikan memberikan penghematan APBN lebih dari Rp73 triliun per tahun karena biaya listrik PLTS lebih rendah dibanding pembangkit diesel atau gas. Program ini juga diperkirakan menghemat penggunaan diesel hingga 6 juta kilo liter per tahun secara nasional, termasuk 500 ribu kilo liter per tahun khusus di Bali.
"Proyek PLTS 100 GWp berpotensi menciptakan 5,52 juta lapangan kerja akumulatif (3,5 juta di industri panel surya & BESS, serta 2 juta di sektor konstruksi) dan mampu mengurangi emisi karbon sebesar 140,16 juta ton CO2 per tahun dengan nilai ekonomi karbon mencapai Rp6,31 triliun," kata Bahlil.
Presiden Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mengejar target pembangunan energi surya tersebut. Ia menyebut pembangunan 100 GWp sebagai target besar yang membutuhkan dukungan kerja sama lintas kementerian, BUMN, dan berbagai pihak terkait. "Kita akan membangun 100 gigawatt dan kita tidak main-main, target kita adalah 100 gigawatt dalam tiga tahun," ujar Prabowo.
Prabowo pun meminta jajaran pemerintah dan BUMN memperkuat kolaborasi demi mencapai target tersebut. Menurutnya, efisiensi dan pengelolaan keuangan negara menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan program berskala besar ini. Dengan pengembangan energi surya dari proyek berskala besar hingga wilayah kepulauan, Program PLTS 100 GWp diarahkan menjadi bagian dari transformasi energi nasional yang tidak hanya menambah kapasitas listrik, tetapi juga memperkuat industri dalam negeri, memperluas akses energi, dan menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0