7 Proyek PLTS Dibuka untuk Tender Swasta, Bahlil Siapkan Danantara sebagai Penyelamat
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membuka tender pembangunan 7 proyek PLTS bagi perusahaan listrik swasta atau IPP. Jika harga tidak kompetitif dan tak ada peminat, proyek akan diambil alih pemerintah melalui Danantara. Langkah ini bagian dari program PLTS 100 GWp yang dikebut dalam tiga tahun dan tahap awal mencakup 14 proyek berkapasitas 5,3 GWp.
Pemerintah resmi membuka peluang bagi perusahaan listrik swasta atau Independent Power Producer (IPP) untuk menggarap tujuh proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan tender tersebut menjadi jalur utama sebelum pemerintah menyiapkan opsi cadangan.
Menurut Bahlil, proyek PLTS akan diserahkan kepada IPP jika perusahaan swasta mampu menawarkan harga yang kompetitif. Skema ini disebutnya sejalan dengan arahan Presiden dalam mendorong partisipasi swasta pada pembangunan pembangkit listrik tenaga surya.
"Kalau harganya kompetitif kita kasih IPP. Kalau tidak kompetitif dan tidak ada yang mau, maka kita akan ambil alih untuk dikerjakan oleh pemerintah lewat Danantara dengan pembiayaan yang sesuai dengan petunjuk Bapak Presiden yang efisien, efektif dan terjangkau," ujar Bahlil dalam peluncuran Program PLTS 100 GWp, Selasa (25/8).
Pernyataan itu menegaskan bahwa Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) disiapkan sebagai penopang apabila tender tujuh PLTS tidak diminati swasta. Pemerintah ingin memastikan proyek tetap berjalan meski pasar tidak merespons sesuai harapan.
Adapun tujuh PLTS yang siap masuk proses tender meliputi PLTS Purwakarta di lahan Bank Tanah berkapasitas 69 Megawatt peak (MWp), PLTS Jatiluhur 1.688 MWp, PLTS Cirata 1.250 MWp, PLTS Jatigede 636 MWp, PLTS Madura 605 MWp, PLTS Gilimanuk 300 MWp, dan PLTS Buleleng 118 MWp.
Program PLTS 100 Giga Watt-peak (GWp) sendiri resmi diluncurkan dan di-groundbreaking di Gilimanuk, Bali, pada Selasa (25/8). Pengerjaannya akan dikebut secara masif dan dibagi dalam kerangka waktu tiga tahun ke depan.
Sebagai tahap awal, pemerintah meluncurkan 14 proyek PLTS di enam provinsi, antara lain Jawa Barat, Jawa Timur, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau, dengan total kapasitas sekitar 5,3 GWp. Proyek tahap awal itu mencakup PLTS Gilimanuk berkapasitas 300 MWp, PLTS Terapung Gajah Mungkur 134 MWp, PLTS Desa Sembur 0,92 MWp, dan PLTS Pulau Rengit 0,078 MWp.
"Dan untuk di hari yang kita laksanakan ini adalah kita groundbreaking 5,3 gigawatt dan untuk di Bali adalah 1.000 megawatt plus baterai," ungkap Bahlil.
Dengan skema tender yang terbuka bagi IPP dan opsi pengambilalihan oleh Danantara, pemerintah berupaya menjaga percepatan pembangunan PLTS tetap sesuai target. Kepastian harga kompetitif menjadi kunci apakah proyek-proyek tersebut digarap swasta atau dikerjakan langsung oleh negara.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0