Bahlil Sebut Program PLTS 100 GWp Bisa Hemat APBN hingga Rp73 Triliun per Tahun
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan program PLTS 100 GWp berpotensi menghemat APBN lebih dari Rp73 triliun per tahun karena biaya listriknya lebih murah dibanding pembangkit diesel atau gas. Program ini juga diproyeksikan menghemat diesel hingga 6 juta kilo liter per tahun dan menciptakan 5,52 juta lapangan kerja akumulatif.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pemanfaatan energi surya melalui Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 Giga Watt-peak (GWp) berpotensi menghemat Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN) lebih dari Rp73 triliun setiap tahun. Penghematan itu muncul karena biaya listrik dari PLTS dinilai lebih rendah dibandingkan pembangkit berbasis diesel maupun gas.
Selain menekan beban anggaran negara, program ini diproyeksikan mampu mengurangi penggunaan diesel hingga 6 juta kilo liter per tahun secara nasional. Dari jumlah tersebut, sekitar 500 ribu kilo liter per tahun di antaranya merupakan penghematan khusus di wilayah Bali.
Bahlil juga menyoroti dampak ekonomi lain dari proyek ini. Menurutnya, PLTS 100 GWp berpotensi menciptakan 5,52 juta lapangan kerja akumulatif, yang terdiri dari 3,5 juta pekerjaan di industri panel surya dan BESS serta 2 juta di sektor konstruksi. "Proyek PLTS 100 GWp berpotensi menciptakan 5,52 juta lapangan kerja akumulatif (3,5 juta di industri panel surya & BESS, serta 2 juta di sektor konstruksi) dan mampu mengurangi emisi karbon sebesar 140,16 juta ton CO2 per tahun dengan nilai ekonomi karbon mencapai Rp6,31 triliun," kata Bahlil dalam keterangan resmi, Selasa (25/8).
Presiden Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan 100 GWp energi surya merupakan target besar yang membutuhkan dukungan lintas kementerian, BUMN, dan berbagai pihak terkait. "Kita akan membangun 100 gigawatt dan kita tidak main-main, target kita adalah 100 gigawatt dalam tiga tahun," ujar Prabowo.
Kepala negara juga meminta jajaran pemerintah dan BUMN memperkuat kolaborasi demi mencapai target tersebut. Menurutnya, efisiensi dan pengelolaan keuangan negara menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan program berskala besar ini.
Pengembangan energi surya dalam program ini tidak hanya menyasar proyek berskala besar, tetapi juga wilayah kepulauan. Program PLTS 100 GWp diarahkan menjadi bagian dari transformasi energi nasional, dengan fokus tidak sekadar menambah kapasitas listrik, melainkan juga memperkuat industri dalam negeri, memperluas akses energi, dan menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Program PLTS 100 GWp resmi diluncurkan dan dilakukan groundbreaking di Gilimanuk, Bali, pada Selasa (25/8). Sebagai tahap awal, pemerintah meluncurkan 14 proyek PLTS yang tersebar di enam provinsi dengan total kapasitas sekitar 5,3 GWp.
Sejumlah proyek dalam tahap awal tersebut antara lain PLTS Gilimanuk berkapasitas 300 MWp, PLTS Terapung Gajah Mungkur sebesar 134 MWp, PLTS Desa Sembur 0,92 MWp, dan PLTS Pulau Rengit 0,078 MWp.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0