Airlangga Sebut Isu MSCI Tak Sentuh Investasi KEK, Realisasi Tembus Rp382,1 Triliun

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan risiko penurunan klasifikasi pasar modal Indonesia oleh MSCI tidak berdampak pada investasi di Kawasan Ekonomi Khusus. MSCI dinilai hanya menyoroti tata kelola pasar modal, sementara realisasi investasi di 25 KEK telah menembus Rp382,1 triliun dan menyerap 302 ribu tenaga kerja.

Oct 21, 2026 - 12:02
Updated: 19 hours ago
0
Airlangga Sebut Isu MSCI Tak Sentuh Investasi KEK, Realisasi Tembus Rp382,1 Triliun
Airlangga Sebut Isu MSCI Tak Sentuh Investasi KEK, Realisasi Tembus Rp382,1 Triliun

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan isu penurunan klasifikasi pasar modal Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International atau MSCI tidak akan mengganggu realisasi investasi di Kawasan Ekonomi Khusus. Menurutnya, MSCI hanya menilai indikator pasar modal dan tata kelola korporasi yang tercatat di bursa, sehingga tidak berkaitan langsung dengan arus investasi riil di KEK.

"MSCI tidak terkait dengan KEK karena itu hanya untuk terkait dengan governance di capital market. Dan KEK (realisasi investasi) 67 persen sampai Q3, harapannya bisa mencapai 100 persen di Q4 karena semua kan sedang dalam proses pembangunan," ujar Airlangga usai Rapat Koordinasi Dukungan Kementerian/Lembaga untuk Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Kuartal III 2026 di Jakarta Pusat, Rabu (21/10).

Airlangga memaparkan, realisasi investasi di 25 KEK secara akumulatif telah menembus Rp382,1 triliun dan menyerap sekitar 302 ribu tenaga kerja. Capaian itu disebutnya sejalan dengan kinerja investasi nasional yang tetap tumbuh solid.

Secara kumulatif, realisasi investasi Indonesia sepanjang Januari hingga September 2026 mencapai Rp1.539,2 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 2,1 juta orang. Pemerintah pun membidik kontribusi besar dari sektor pariwisata di KEK.

Airlangga menyebut KEK Pariwisata diproyeksikan mampu mendulang devisa hingga puluhan miliar dolar Amerika Serikat. "Pariwisata juga menjadi andalan karena dari pariwisata, pendapatan dan devisanya sekitar US$25 miliar. Itu hampir setara dengan top 3 ekspor kita yaitu nikel, batu bara, dan kelapa sawit," jelasnya.

Pemerintah mengandalkan enam KEK Pariwisata unggulan, antara lain Mandalika, Kura-Kura Bali, Tanjung Kelayang, dan Tanjung Lesung. Target kunjungan wisatawan mancanegara ditetapkan di kisaran 16 juta hingga 17,6 juta kunjungan.

"Di sektor pariwisata, ini mendukung target 2026 di mana targetnya 16 sampai 17,6 juta wisman, dengan target devisa sekitar 24 billion. Kalau 24 billion ini setara dengan ekspor kelapa sawit," ujar Airlangga.

Sebagai informasi, MSCI mengusulkan penurunan klasifikasi pasar modal Indonesia dari kategori pasar negara berkembang menjadi pasar mandiri. Namun, MSCI masih membuka konsultasi publik hingga 30 April 2027, sedangkan keputusan akhir mengenai klasifikasi pasar modal Indonesia dijadwalkan diumumkan paling lambat 30 Juni 2027.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User