WFP Setop Bantuan Pangan untuk 500 Ribu Warga Gaza, Jatah Makanan Ikut Dipangkas

Program Pangan Dunia (WFP) PBB memangkas bantuan pangan bagi sekitar 500 ribu warga Gaza akibat kekurangan dana, sehingga penerima bantuan turun dari 1,6 juta menjadi 1,1 juta orang. Jatah makanan per keluarga dan porsi makanan siap santap ikut dikurangi, sementara 1,4 juta warga Gaza masih mengalami kerawanan pangan tingkat krisis.

Oct 19, 2026 - 16:02
Updated: 14 hours ago
0
WFP Setop Bantuan Pangan untuk 500 Ribu Warga Gaza, Jatah Makanan Ikut Dipangkas
WFP Setop Bantuan Pangan untuk 500 Ribu Warga Gaza, Jatah Makanan Ikut Dipangkas

Program Pangan Dunia (World Food Programme/WFP) Perserikatan Bangsa-Bangsa terpaksa memangkas bantuan pangan bagi sekitar 500 ribu warga di Jalur Gaza. Keputusan ini diambil karena lembaga tersebut mengalami kekurangan dana, tepat ketika warga Gaza bersiap menghadapi musim dingin.

Akibat pemangkasan itu, jumlah penerima bantuan WFP di Gaza turun dari sebelumnya 1,6 juta orang menjadi 1,1 juta orang. Pengurangan dana juga memaksa WFP mengurangi jatah makanan bagi warga yang masih menerima bantuan. Setiap keluarga kini hanya menerima satu paket makanan, dari sebelumnya dua paket, ditambah satu kantong kecil tepung terigu.

Bukan hanya paket makanan, WFP juga mengurangi jumlah makanan siap santap yang dibagikan setiap hari, dari 250 ribu porsi menjadi 150 ribu porsi. Bagi keluarga yang tinggal di wilayah sulit dijangkau, termasuk daerah dekat "garis kuning" yang dikuasai militer Israel, bantuan makanan kini diberikan setiap dua hari sekali, padahal sebelumnya setiap hari.

Selain bantuan pangan, WFP memangkas nilai bantuan tunai bagi 75 ribu keluarga. Langkah ini diambil di tengah kondisi sebagian besar penduduk Gaza yang masih kesulitan mendapatkan makanan cukup dan bergizi.

WFP memperkirakan sekitar 1,4 juta orang atau 67 persen populasi Gaza mengalami kerawanan pangan tingkat krisis atau lebih parah. Dari jumlah itu, sekitar 200 ribu orang berada dalam kondisi darurat dan membutuhkan bantuan pangan segera untuk mencegah kematian akibat kelaparan.

Kondisi anak-anak turut menjadi perhatian. Menurut WFP, hanya satu dari lima anak di Gaza yang mengonsumsi makanan dengan keragaman gizi yang cukup. Tingginya angka pengangguran yang melampaui 80 persen juga memperburuk keadaan karena banyak keluarga tidak memiliki penghasilan untuk membeli makanan bergizi.

WFP menilai perbaikan ketahanan pangan setelah gencatan senjata pada Oktober 2025 masih rapuh. Lembaga itu memperingatkan kondisi tersebut bisa kembali memburuk dengan cepat jika bantuan kemanusiaan terus berkurang.

Krisis pendanaan juga berdampak pada operasi WFP di Tepi Barat yang diduduki. Jumlah penerima bantuan di wilayah itu dipangkas setengahnya, dari 400 ribu menjadi 200 ribu orang. Untuk mempertahankan operasi bantuan penting di Gaza dan Tepi Barat selama enam bulan ke depan hingga Maret 2027, WFP menyatakan membutuhkan dana sebesar US$450 juta atau sekitar Rp8,11 triliun.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User