Harga Beras Pecah Lokal Terlampaui Impor, Amran Siapkan Rakortas soal Stok 4,5 Juta Ton

Mentan Andi Amran Sulaiman menyatakan usulan pemanfaatan beras pecah untuk industri akan dibahas dalam rakortas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan. Langkah ini menyusul keluhan industri karena harga beras pecah lokal sekitar Rp11 ribu per kg, jauh lebih mahal dibanding impor Rp5.700-Rp6.000 per kg. Pemerintah memiliki stok beras sekitar 4,5 juta ton yang dapat dipertimbangkan untuk kebutuhan industri.

Oct 19, 2026 - 20:02
Updated: 9 hours ago
0
Harga Beras Pecah Lokal Terlampaui Impor, Amran Siapkan Rakortas soal Stok 4,5 Juta Ton
Harga Beras Pecah Lokal Terlampaui Impor, Amran Siapkan Rakortas soal Stok 4,5 Juta Ton

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan usulan penggunaan beras pecah sebagai bahan baku industri akan menjadi agenda rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan. Pembahasan itu muncul setelah kalangan industri mengeluhkan harga beras pecah produksi lokal yang dinilai jauh lebih tinggi daripada produk impor.

Amran menyebut pemerintah saat ini memiliki stok beras sekitar 4,5 juta ton. Menurutnya, stok tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan untuk memenuhi kebutuhan industri, meski pemanfaatannya akan disesuaikan dengan kebutuhan yang ada.

"Kita bahas soal pemanfaatan beras pecah untuk industri. Jadi sekarang kan ada beras pecah. Nah, kita punya stok banyak. Stok kita masih 4,5 juta ton. Stok kita banyak," ujar Amran dalam konferensi pers di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Senin (19/10).

Ia menjelaskan, pemecahan beras akan disesuaikan dengan kebutuhan industri. Persoalan selisih harga antara beras pecah lokal dan impor juga akan dibahas dalam rakortas yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan alias Zulhas. Namun, Amran belum merinci skema yang akan dipakai maupun jadwal rapat tersebut.

"Makanya dibahas di rakortas, doakan pembahasan bisa lebih cepat," kata Amran.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian M Sarmuji mengungkap harga beras pecah impor berada di kisaran Rp5.700 hingga Rp6.000 per kilogram. Sementara itu, harga beras pecah produksi dalam negeri disebut mencapai sekitar Rp11 ribu per kilogram.

Menurut Sarmuji, selisih harga yang cukup besar itu menyulitkan industri pengolahan yang menggunakan beras pecah sebagai bahan baku, termasuk industri bihun. Ia pun mengusulkan agar industri dapat memanfaatkan stok beras lama atau beras pecah di gudang Bulog dengan harga yang lebih terjangkau.

Data Badan Pusat Statistik mencatat impor beras pada Januari hingga Oktober 2025 mencapai 364,3 ribu ton senilai US$178,5 juta atau sekitar Rp2,97 triliun. Impor tersebut merupakan beras khusus dan industri, bukan beras medium untuk konsumsi umum.

Kementerian Pertanian menyebut sebagian besar beras impor itu berupa beras pecah 100 persen atau menit untuk bahan baku industri. Dengan demikian, pembahasan dalam rakortas diharapkan dapat menemukan jalan keluar atas perbedaan harga yang selama ini memberatkan pelaku industri dalam negeri.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User