Sekjen PBB Guterres Kagumi Batik, Sebut Cermin Kekayaan Budaya Indonesia
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengaku terpukau dengan batik Indonesia. Ia menyebut batik sebagai cerminan kekayaan budaya Indonesia yang sesungguhnya dan pelajaran berharga bagi multilateralisme. Guterres juga memuji peran Indonesia sebagai pilar multilateralisme dan kontribusinya dalam pasukan penjaga perdamaian PBB.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyampaikan kekagumannya terhadap batik Indonesia. Menurutnya, warisan leluhur tersebut mencerminkan kekayaan budaya Indonesia yang sebenar-benarnya.
"Di Indonesia, kekayaan budaya itu lebih dari sekadar metafora. Hal itu tercermin dalam bentuk seni yang unik, yaitu batik Indonesia. Tidak mengherankan jika UNESCO menetapkan batik Indonesia sebagai warisan budaya tak benda umat manusia," ujar Guterres dalam acara Foreign Policy Circle Talks yang digelar Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI), Senin (19/10).
Guterres menjelaskan bahwa batik merupakan tradisi yang terbentuk dari beragam pengaruh. Pola-pola batik mencerminkan pertemuan budaya dari Arab, China, Jepang, Asia Selatan, hingga Eropa. Meski demikian, batik tetap terjalin erat dengan identitas budaya Indonesia.
"Melalui pertemuan-pertemuan tersebut, batik tetap terjalin erat dengan identitas budaya Indonesia sendiri. Ada pelajaran di sini untuk multilateralisme," tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Guterres juga memuji Indonesia sebagai pilar multilateralisme. Ia mengakui kepemimpinan Indonesia dalam membantu menjalin dan memperkuat hubungan ASEAN-PBB, kemitraan yang mencakup perdamaian dan keamanan, pembangunan, serta hak asasi manusia.
"Indonesia adalah bridge builder diplomatik yang diakui dan dihormati di PBB dan di luar PBB," kata Guterres.
Sekjen PBB yang akan pensiun pada Desember 2026 tersebut juga menyampaikan terima kasih atas partisipasi berkelanjutan Indonesia dalam pasukan penjaga perdamaian PBB. Saat ini, terdapat sekitar 2.000 personel pasukan penjaga perdamaian dari Indonesia, terdiri dari laki-laki dan perempuan.
"Dan saya ingin berterima kasih kepada Indonesia karena telah menjadi tuan rumah bersama Pertemuan Menteri Penjaga Perdamaian PBB tahun depan di Jakarta. Hari ini saya sangat terkesan dengan kunjungan saya ke pusat pelatihan penjaga perdamaian yang memberi kita jaminan bahwa pasukan penjaga perdamaian Indonesia akan menjadi pilar fundamental misi penjaga perdamaian di seluruh dunia," ucapnya.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)