Virtus Ingatkan Risiko di Balik Kepintaran AI, Keamanan Data Jadi Sorotan

PT Virtus Technology Indonesia menekankan pentingnya tata kelola data dan keamanan siber di tengah pesatnya perkembangan AI. Menurut Direktur Virtus Christian Atmaja, perusahaan kini tak hanya mempertimbangkan kemampuan AI, tetapi juga kepastian, skalabilitas, keamanan, dan tata kelola data. Ia menilai fondasi data yang siap menjadi kunci agar AI benar-benar menghasilkan keputusan yang lebih baik.

Oct 19, 2026 - 08:02
Updated: 21 hours ago
0
Virtus Ingatkan Risiko di Balik Kepintaran AI, Keamanan Data Jadi Sorotan
Virtus Ingatkan Risiko di Balik Kepintaran AI, Keamanan Data Jadi Sorotan

PT Virtus Technology Indonesia menyoroti pentingnya tata kelola data dan keamanan siber sebagai fondasi dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI). Hal ini menjadi respons atas isu perlambatan pengembangan AI yang diserukan sejumlah tokoh dunia teknologi belakangan ini.

Direktur Virtus Technology Indonesia Christian Atmaja mengatakan, perusahaan-perusahaan yang mulai masif memakai AI untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas kini mempertimbangkan banyak faktor. Diskusi di lingkungan enterprise, menurutnya, tidak lagi sekadar soal apa yang bisa dilakukan AI.

"Diskusinya saat ini di berbagai macam enterprise itu bukan (hanya) apa yang bisa AI lakukan, tetapi bagaimana AI di company dapat memberikan certainty, predictability, scalability, security, dan data governance," kata Christian dalam Media Roundtable Virtus Showcase 2026 di Jakarta, Selasa (13/10).

Christian menilai kemampuan dan hasil pemanfaatan AI tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan model yang dipakai. Fondasi dasar, seperti cara data dikelola dan lingkungan teknologi yang mendukungnya, juga memegang peranan penting.

"Kalau fondasinya tidak siap, kemampuan AI yang semakin tinggi belum tentu menghasilkan keputusan yang semakin baik," ujarnya.

Menanggapi seruan perlambatan AI dari para pengembang AI besar, Virtus menilai peningkatan keamanan dan tata kelola data justru semakin krusial. "Data governance dan security adalah hal yang perlu kita perhatikan untuk mengantisipasi perkembangan AI," tegas Christian.

Ia mengungkapkan, seiring maraknya serangan siber, kompleksitas IT, dan perkembangan AI, semakin banyak perusahaan yang bersedia berinvestasi untuk memperkuat sistem keamanannya. Menurutnya, sistem yang semakin canggih dan kompleks berpotensi memiliki kerentanan lebih tinggi sehingga perlu diimbangi solusi keamanan siber.

Christian menjelaskan, serangan siber dapat masuk melalui berbagai celah, mulai dari proses login, sistem backdoor, hingga database. Karena itu, Virtus berupaya melengkapi portofolio layanan keamanannya untuk menutup celah-celah tersebut.

"Apa yang kita coba lakukan adalah melengkapi portfolio atau menjaga dari segala sisi. Jadi biasanya belum tentu bisa dijawab oleh satu solusi, bisa jadi dari beberapa solusi, termasuk dari keamanan datanya sendiri, data base-nya kita amankan," pungkasnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User