Pesan Tegas Sekjen PBB ke Prajurit TNI Sebelum Bertugas di Afrika Tengah
Sekjen PBB Antonio Guterres mengunjungi Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian di Sentul, Bogor, untuk memberi penghormatan kepada anggota TNI yang akan bertugas sebagai pasukan penjaga perdamaian di Republik Afrika Tengah. Ia menekankan pentingnya misi tersebut bagi stabilitas negara termiskin di dunia itu dan berharap keberhasilan tugas memungkinkan penurunan skala misi PBB secara bertahap.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memberikan pesan khusus kepada anggota TNI yang akan menjalankan tugas sebagai pasukan penjaga perdamaian di Republik Afrika Tengah. Pesan itu disampaikannya saat mengunjungi Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) di Sentul, Bogor, pada Senin (19/10).
Dalam kesempatan tersebut, Guterres menyampaikan rasa terima kasih atas komitmen para prajurit terhadap perdamaian. Ia mengaku datang untuk memberikan penghormatan atas keberanian mereka dalam menjalankan misi penting tersebut.
Guterres mengingatkan bahwa pasukan penjaga perdamaian akan menghadapi lingkungan paling berbahaya di dunia. Tugas mereka mencakup meredakan ketegangan, mengawasi penyaluran bantuan yang sangat penting, melindungi warga sipil, serta menciptakan ruang bagi solusi politik.
Menurutnya, helm Biru PBB merupakan sumber harapan di sejumlah tempat paling bergejolak di dunia. "Bagi saya, mereka juga merupakan sumber kebanggaan yang luar biasa," ujar Guterres.
Guterres lantas berbagi pengalaman selama 20 tahun bekerja sama dengan Afrika Tengah, baik sebagai Komisioner Tinggi untuk Pengungsi maupun Sekretaris Jenderal. Ia menyebut negara itu sebagai salah satu negara termiskin di dunia yang hingga baru-baru ini hampir tidak memiliki kehadiran pemerintah di sebagian besar wilayahnya.
Meski masih terdapat proliferasi berbagai kelompok, Guterres menyatakan bahwa mayoritas perjanjian dengan pemerintah telah disepakati dan kelompok-kelompok tersebut mulai menyerahkan persenjataan mereka. Karena itu, ia menilai Republik Afrika Tengah sebagai kisah sukses yang masih perlu disempurnakan.
Guterres menegaskan bahwa misi anggota TNI akan sangat penting untuk memastikan stabilitas di Republik Afrika Tengah dapat sepenuhnya terwujud. Stabilitas itu mencakup jaminan agar institusi negara dapat menjalankan fungsi di seluruh teritori, kelompok bersenjata yang tersisa terintegrasi secara bertahap dalam proses perdamaian, serta negara dapat memasuki fase pembangunan di tengah kemiskinan ekstrem dan penderitaan rakyatnya.
"Dengan keberhasilan tugas Anda, kemungkinan besar kami dapat secara bertahap menurunkan skala misi di Republik Afrika Tengah," kata Guterres.
Ia menilai pasukan penjaga perdamaian Indonesia datang pada momen yang sangat penting, saat dunia perlu mengokohkan capaian dan memastikan keberhasilan itu bermuara pada terwujudnya Republik Afrika Tengah sebagai negara normal. Indonesia akan bergabung dengan pasukan perdamaian Portugal yang lebih dulu berada di sana.
Di akhir pesannya, Guterres mendoakan kelancaran penugasan para prajurit. Ia yakin rakyat Republik Afrika Tengah akan menyimpan rasa terima kasih yang luar biasa, tidak hanya kepada pasukan operasi pemeliharaan perdamaian PBB, tetapi juga kepada rakyat Indonesia yang diwakili dengan gagah dan berani.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)