100 Guru di Solok Terpilih dari 204 Pendaftar, Ikuti Pendampingan ITF 2026 Selama Tiga Bulan
Sebanyak 100 guru SD dan SMP di Kota Solok mengikuti Program Indonesia Teaching Fellowship 2026, hasil seleksi dari 204 pendaftar. Program kolaborasi Pemko Solok dan Yayasan Ruangguru ini berlangsung tiga bulan untuk meningkatkan kompetensi guru di bidang literasi dan numerasi, didanai APBD Kota Solok Tahun Anggaran 2026.
Pemerintah Kota Solok bersama Yayasan Ruangguru meluncurkan Program Indonesia Teaching Fellowship (ITF) Tahun 2026 yang diikuti 100 guru jenjang SD dan SMP. Program ini dirancang untuk memperkuat kompetensi pendidik, terutama dalam pembelajaran literasi dan numerasi, melalui pendampingan intensif selama tiga bulan.
Rangkaian program diawali dengan kegiatan Onboarding Indonesia Teaching Fellowship Kota Solok Tahun 2026 di SMPN 2 Kota Solok pada Jumat (16/10). Acara tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Solok Suryadi Nurdal, Kepala Dinas Pendidikan Kota Solok Lusya Adelina, perwakilan Ruangguru Ismail, kepala satuan pendidikan SD dan SMP, narasumber, mentor, pendamping program, serta seluruh guru peserta.
Dari 204 pendaftar, terpilih 100 guru yang terdiri atas 50 guru SD dan 50 guru SMP. Berdasarkan mata pelajaran, sebanyak 57 guru mengajar Matematika dan 43 guru Bahasa Indonesia. Pelaksanaan program dibiayai melalui APBD Kota Solok Tahun Anggaran 2026 sebagai wujud komitmen pemerintah daerah meningkatkan mutu pendidikan.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Solok Suryadi Nurdal menegaskan bahwa guru memegang peran strategis dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing. Menurutnya, peningkatan kompetensi pendidik menjadi langkah penting untuk memajukan pendidikan di Kota Solok.
"Guru memiliki peran strategis dalam menentukan kualitas pendidikan. Karena itu, peningkatan kompetensi guru harus menjadi perhatian bersama agar proses pembelajaran semakin berkualitas, efektif, dan mampu menjawab kebutuhan peserta didik. Kami berharap melalui Program Indonesia Teaching Fellowship ini, para guru dapat meningkatkan kapasitas diri dan menerapkan metode pembelajaran yang lebih baik di sekolah masing-masing," ujar Suryadi.
Ia menambahkan, upaya peningkatan kualitas pendidikan sejalan dengan visi pembangunan Kota Solok, "Penguatan Pondasi Transformasi Menuju Solok Kota Madani." Penguatan kompetensi guru dinilai sebagai investasi penting dalam menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Solok Lusya Adelina menekankan pentingnya keseriusan, kedisiplinan, dan komitmen seluruh peserta selama mengikuti pendampingan tiga bulan. Ia berharap kesempatan tersebut dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kapasitas diri dan memperbaiki praktik pembelajaran di sekolah.
"Seluruh peserta diharapkan mengikuti setiap tahapan pendampingan dengan serius dan disiplin, aktif dalam kegiatan, serta menyelesaikan seluruh penugasan yang diberikan. Hal terpenting bukan hanya memahami materi yang disampaikan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam proses pembelajaran di kelas agar manfaat program ini benar-benar dirasakan oleh peserta didik," tegas Lusya.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)