Wamenkomdigi Peringatkan Bahaya AI bagi Anak, Orang Tua Diminta Lebih Waspada
Wamenkomdigi Nezar Patria mengingatkan risiko penggunaan AI berlebihan oleh anak, mulai dari paparan konten tidak sesuai hingga hilangnya kemampuan berpikir kritis. Ia mendorong pengasuhan digital melalui komunikasi terbuka dan pendampingan, serta menyoroti peran PP TUNAS dalam membangun ekosistem digital yang aman bagi sekitar 70 juta anak Indonesia.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menyoroti dampak penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau AI yang berlebihan pada anak. Menurutnya, orang tua kini dituntut lebih aktif mendampingi anak dalam memanfaatkan teknologi digital.
Nezar membeberkan sejumlah risiko yang mengintai anak, mulai dari kontak dengan orang asing, paparan konten yang tidak sesuai, ancaman terhadap data pribadi, hingga kecanduan digital. Ia juga mengingatkan agar teknologi tidak membuat anak kehilangan kemandirian dan kemampuan berpikir kritis.
"Jangan sampai anak kita menjadi tergantung dengan artificial intelligence sehingga mereka kehilangan kepribadiannya sendiri, mereka kehilangan kemampuan berpikir kritis. Ini yang saya kira paling berisiko buat generasi kita ke depan," ujar Nezar dalam keterangan resminya, Jumat (16/10).
Karena itu, Nezar menilai pengasuhan digital perlu dijalankan melalui komunikasi terbuka, pendampingan, dan pemahaman terhadap fitur keamanan yang tersedia. Orang tua diharapkan tidak menyerahkan sepenuhnya persoalan ini kepada teknologi.
Ia memperkirakan sekitar 70 juta anak Indonesia akan tumbuh di tengah ekosistem digital yang semakin kompleks, termasuk dengan kehadiran AI. Kondisi tersebut, menurut Nezar, membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, platform digital, dan orang tua agar anak dapat memanfaatkan teknologi secara aman dan sehat.
Pemerintah sendiri telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS). Aturan ini menjadi landasan untuk membangun ekosistem digital yang aman dan sehat bagi anak.
"Kita punya tanggung jawab yang cukup besar bagaimana menjamin ruang yang aman dan sehat buat anak-anak kita. Itu sebabnya pemerintah membuat PP Tunas dalam rangka membangun ruang aman dan sehat bagi anak di dalam ekosistem digital. Melindungi anak kita adalah melindungi peradaban," tutup Nezar.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)