Bahlil Ungkap Harga Minyak Indonesia Tembus US$106 per Barel, Rata-rata Tahunan Masih US$91

Menko Hilirisasi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut harga minyak mentah Indonesia (ICP) sudah menembus US$100 per barel, bahkan berada di kisaran US$105-US$106 per barel. Meski begitu, rata-rata ICP sejak awal tahun hingga Oktober masih di kisaran US$91-US$92 per barel. Bahlil juga memastikan cadangan Pertalite nasional 16-20 hari dan meminta cadangan BBM Bali dinaikkan menjadi 15 hari.

Oct 19, 2026 - 16:02
Updated: 14 hours ago
0
Bahlil Ungkap Harga Minyak Indonesia Tembus US$106 per Barel, Rata-rata Tahunan Masih US$91
Bahlil Ungkap Harga Minyak Indonesia Tembus US$106 per Barel, Rata-rata Tahunan Masih US$91

Harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) dilaporkan telah menembus level US$100 per barel. Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi yang juga menjabat Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, usai menghadiri rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/10).

Menurut Bahlil, kondisi global yang semakin tidak menentu turut mendorong kenaikan harga minyak. Ia menyebut ICP saat ini berada di angka US$105 hingga US$106 per barel. "Kita tahu bahwa kondisi global sampai dengan sekarang kondisinya semakin tidak menentu. Hari ini, ICP sudah tembus di angka US$100 per barel, di angka US$106, US$105 per barel," ujarnya.

Kendati demikian, Bahlil menjelaskan bahwa rata-rata ICP sejak awal tahun hingga Oktober 2025 masih berada di kisaran US$91 hingga US$92 per barel. Sebelumnya, pada September lalu, Kementerian ESDM menetapkan ICP sebesar US$112,81 per barel.

ICP sendiri merupakan salah satu asumsi makro dalam penyusunan APBN, terutama untuk menghitung penerimaan negara dari sektor hulu migas serta subsidi. Harga ini juga menjadi cerminan harga minyak mentah global yang memengaruhi pergerakan harga BBM non-subsidi.

Di sisi lain, Bahlil memastikan cadangan nasional BBM RON 90 atau Pertalite masih berada di kisaran 16 hingga 20 hari. Sementara untuk jenis BBM lainnya, rata-rata cadangan berada di atas 20 hari. Cadangan nasional tersebut terus bergerak seiring penyaluran BBM ke masyarakat dan masuknya pasokan baru dari kilang.

Terkait pasokan BBM di Bali yang sempat terkendala, Bahlil telah meminta operator menaikkan cadangan BBM di wilayah itu dari saat ini 11-12 hari menjadi 15 hari. "Saya minta untuk satu minggu ke depan (cadangan BBM Bali) bisa mencapai dengan 15 hari, sehingga dia betul-betul sama dengan standar nasional. Problemnya adalah memang kemarin terjadi kapal yang terlambat masuk dari Jawa ke Bali untuk menyuplai," kata Bahlil.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User