Wamentan Sebut Pemerintah Perlu Jadi 'Tengkulak Budiman' demi Naikkan Kesejahteraan Petani
Wakil Menteri Pertanian Saleh Mustafa menyebut pemerintah perlu berperan sebagai 'tengkulak budiman' agar Nilai Tukar Petani bisa melampaui 140. Ia mengakui masih ada oknum tengkulak yang mengacaukan harga produk pertanian, sehingga penguatan regulasi dan penegakan hukum disiapkan, termasuk berkoordinasi dengan Bareskrim Polri.
Wakil Menteri Pertanian Saleh Mustafa mengungkapkan cara pemerintah mendorong kesejahteraan petani di Tanah Air. Dalam acara Agrifood Forum 2026 di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Senin (19/10), ia menyebut pemerintah perlu mengambil peran sebagai 'tengkulak budiman'.
Pernyataan itu disampaikan Saleh saat membahas target Nilai Tukar Petani (NTP) yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS). Berdasarkan data BPS, NTP per September 2026 tercatat 131,11 atau naik 1,49 persen dibandingkan Agustus 2026. Pemerintah sendiri menargetkan angka tersebut bisa menembus 140.
"Rencananya memang kami mencoba agar nilai tukar ini di atas 130 atau di atas 140, tapi saya bilang ke Pak Mentan itu kita harus jadi tengkulak budiman. Tengkulak budiman itu tengkulak yang menyelesaikan masalah tanpa meninggalkan masalah. Mungkin tengkulak pegadaian," ujar Saleh.
Meski disampaikan dengan nada berkelakar, Saleh mengakui persoalan tengkulak atau middleman masih menjadi kendala di pasar produk pertanian. Menurutnya, keberadaan pihak swasta yang menyaingi Bulog kerap membuat harga komoditas pangan bergerak tidak stabil.
"Di sini lah kita ada middleman. Kalau istilah kita ya tengkulak. Ini berperan digunakan oleh pihak-pihak swasta untuk menjadi pesaing Bulog dengan harga yang kadang-kadang mengacaukan harga produk pertanian di pasar," kata Saleh.
Untuk menanganinya, pemerintah menyiapkan sejumlah strategi. Salah satunya memperkuat regulasi agar sistem jual beli komoditas pangan dapat diawasi lebih baik, mulai dari tengkulak berskala kecil hingga pengusaha besar.
"Penguatan regulasi penting untuk mengawal dari sistem market atau jual beli dari komoditi pangan ini," ujarnya.
Strategi berikutnya adalah penegakan hukum yang tepat sasaran. Saleh menyoroti penindakan yang selama ini hanya menyasar pelaku yang tertangkap tangan, padahal seharusnya didasarkan pada bukti kuat, termasuk terhadap pihak yang menjadi otak di balik praktik tersebut.
"(Pihak) yang punya ide, yang punya niat, yang mempunyai inisiasi, yang mengkoordinir ini, tidak pernah ditangkap," ujar Saleh.
Karena itu, Saleh mengungkapkan bahwa dirinya bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah bertemu Kepala Bareskrim Polri untuk memastikan penegakan hukum terhadap tengkulak berjalan optimal. Agrifood Forum 2026 sendiri mengangkat tema "Swasembada Protein & Peluang Pangan Global" dan menghadirkan sejumlah menteri, pejabat pemerintah, serta pimpinan BUMN untuk membahas penguatan ketahanan pangan nasional.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)