IHSG Anjlok 11,57 Persen Imbas Pengumuman MSCI, Deret Saham Ini Dinilai Masih Berpeluang Cuan
IHSG anjlok 678,67 poin atau 11,57 persen ke level 5.185 pada Jumat (16/10) dan melemah 14,91 persen sepanjang pekan, salah satunya imbas pengumuman MSCI. Meski begitu, analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG berpeluang menguat terbatas pada pekan depan dengan support 4.962 dan resistance 5.607, serta merekomendasikan saham ASII, INCO, dan TLKM.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penurunan tajam pada perdagangan Jumat (16/10) lalu. Indeks anjlok 678,67 poin atau 11,57 persen ke level 5.185, dengan nilai transaksi investor mencapai Rp32,01 triliun dan volume saham diperdagangkan sebanyak 68,61 miliar saham.
Dalam sepekan terakhir, IHSG tercatat melemah selama empat hari. Alhasil, performa indeks anjlok hingga 14,91 persen sepanjang pekan kemarin. Pelemahan ini terjadi di tengah sorotan pasar terhadap pengumuman MSCI.
Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Valentina Simon menyatakan perdagangan saham selama periode 12 hingga 16 Oktober 2026 ditutup negatif. Kapitalisasi pasar bursa turun 14,43 persen dari Rp10.701 triliun menjadi Rp9.157 triliun pada pekan lalu.
Rata-rata volume transaksi harian juga menurun 5,22 persen dari 46,533 miliar menjadi 44,102 miliar lembar saham. Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian turun tipis 0,07 persen dari Rp16,23 triliun menjadi Rp16,21 triliun. Di sisi lain, rata-rata frekuensi transaksi harian justru naik 2,46 persen dari 1,67 juta kali menjadi 1,72 juta kali transaksi.
"Adapun investor asing hari ini mencatatkan nilai jual bersih Rp3,34 triliun dan sepanjang tahun 2026 investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp88,19 triliun," kata Valentina dalam keterangan resmi, Jumat (16/10).
Meski tekanan masih besar, Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG berpeluang menguat terbatas pada perdagangan sepekan ke depan. Ia memproyeksikan indeks bergerak pada level support 4.962 dan resistance 5.607.
Dari sisi sentimen, pelaku pasar akan mencermati respons terhadap proposal MSCI serta hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia. BI diperkirakan masih mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75 persen, meski keputusan dan arah kebijakan selanjutnya tetap menjadi perhatian.
"Sentimen yang akan dicermati antara lain respons pasar terhadap proposal MSCI dan RDG BI, yang diperkirakan masih mempertahankan suku bunga di level 5,75 persen," ujar Herditya kepada CNNIndonesia.com, Minggu (18/10).
Selain itu, investor akan memantau pertumbuhan ekonomi China. Jika produk domestik bruto (PDB) China menguat, kondisi tersebut berpotensi memberi sentimen positif bagi sektor komoditas Indonesia. Pergerakan arus dana asing juga tetap menjadi perhatian di tengah perkembangan terkait MSCI.
Berdasarkan analisis teknikal, Herditya merekomendasikan sejumlah saham untuk dikoleksi. Saham PT Astra International Tbk (ASII) yang ditutup di posisi 4.190 pekan lalu diproyeksikan dapat menyentuh level 4.420 pekan ini. Saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang ditutup di level 3.450 diproyeksikan menyentuh 4.190, sedangkan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) yang ditutup di posisi 1.900 diproyeksikan menyentuh level 2.100.
Senada, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai pergerakan IHSG juga akan dipengaruhi perkembangan ekonomi China dan arus dana asing, selain hasil RDG BI. Ia merekomendasikan saham ANTM, BRIS, dan WINS untuk pekan ini. Catatan redaksi: berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu, dan keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)