Bank Masih Menjauh dari Nelayan, Menteri KKP Janji Kondisi Berubah dalam 2-3 Tahun
Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono mengakui nelayan perikanan tangkap belum dilirik bank untuk pembiayaan. Pemerintah akan membenahi tata kelola dan infrastruktur desa nelayan melalui program Kampung Nelayan Merah Putih, dengan percontohan sukses di Biak, Papua, yang hasil tangkapannya 100 persen untuk ekspor. Trenggono menjamin dalam 2-3 tahun ke depan bank akan lebih tertarik membiayai sektor ini.
Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono mengungkap bahwa nelayan perikanan tangkap hingga kini belum menjadi sasaran pembiayaan bank. Kondisi itu disampaikannya dalam acara Agrifood Forum 2026 di Auditorium Bank Mega, Jakarta, Senin (19/10).
Menurut Trenggono, selama ini bank cenderung menghindari sektor perikanan tangkap. Bahkan, jika ada nelayan yang berniat membangun kapal, pihak bank disebut akan menjauh. "Kalau sekarang perikanan tangkap kita masih, bank sih tidak mau melihat. Kalau ada orang bilang, 'saya mau bikin kapal', pasti bank akan jauh-jauh pergi," ujarnya.
Meski demikian, Trenggono optimistis keadaan tersebut akan berubah dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Pemerintah, kata dia, tengah membenahi tata kelola sekaligus infrastruktur di desa-desa nelayan agar sektor ini lebih menarik bagi lembaga pembiayaan.
Trenggono menjamin dalam 2-3 tahun ke depan bank akan lebih senang menyalurkan pembiayaan. "Karena kita perbaiki, bukan hanya tata kelola, tapi juga infrastruktur di desa-desa nelayan," ucapnya.
Ia membandingkan perhatian pemerintah terhadap petani dan nelayan. Petani, menurutnya, telah difasilitasi dengan bendungan, irigasi, pupuk, dan bibit, sementara nelayan belum mendapatkan dukungan serupa. Karena itu, pada periode ini pemerintah membangun Kampung Nelayan yang diberi nama Merah Putih oleh Presiden, dengan harapan dapat meningkatkan kelas nelayan.
Pemerintah juga telah memiliki percontohan desa nelayan yang dinilai berhasil, salah satunya di Biak, Papua. Trenggono menyebut kualitas tangkapan di daerah itu dulu kurang baik dan hanya dijual di pasar lokal. Kini, model yang dikembangkan di Biak membuat 100 persen hasil tangkapan diarahkan untuk kepentingan ekspor sehingga terjadi peningkatan signifikan.
Agrifood Forum 2026 sendiri mengusung tema "Swasembada Protein & Peluang Pangan Global". Forum ini membahas penguatan swasembada protein, ketahanan pangan, serta peluang meningkatkan daya saing industri pangan Indonesia di pasar global.
Selain Trenggono, sejumlah pejabat hadir sebagai pembicara, antara lain Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, serta Wakil Menteri Pertanian Muhammad Saleh Mustafa. Acara terbagi dalam tiga sesi yang melibatkan perwakilan BRI, ID FOOD, BULOG, Pupuk Indonesia, dan Holding Perkebunan Nusantara.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)