Bulog Klaim Indonesia Nyaris Swasembada Pangan, Serapan Gabah Tembus 4,18 Juta Ton

Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan Indonesia telah mencapai 99,99 persen swasembada pangan berkelanjutan. Klaim ini didukung serapan gabah dan beras yang mencapai 4,182 juta ton hingga 19 Oktober 2026, melampaui target, berkat kepastian harga gabah Rp6.500 per kilogram lewat Inpres Nomor 4 Tahun 2025.

Oct 19, 2026 - 08:03
Updated: 2 days ago
0
Bulog Klaim Indonesia Nyaris Swasembada Pangan, Serapan Gabah Tembus 4,18 Juta Ton
Bulog Klaim Indonesia Nyaris Swasembada Pangan, Serapan Gabah Tembus 4,18 Juta Ton

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan Indonesia telah mencapai 99,99 persen swasembada pangan berkelanjutan. Menurutnya, capaian itu lahir dari sinergi pemerintah bersama meningkatnya penyerapan hasil panen petani.

Pernyataan tersebut disampaikan Rizal dalam CNN Indonesia Agrifood Forum 2026 di Jakarta, Senin (19/10). Ia memaparkan bahwa Bulog menyerap 3,4 juta ton gabah sepanjang 2025, melewati target yang ditetapkan sebesar 3 juta ton.

Sementara itu, hingga 19 Oktober 2026, serapan gabah dan beras yang dilaporkan Bulog telah mencapai 4,182 juta ton. "Dengan angka 4,182 juta ton ini, kami bisa menyatakan 99,98 persen Indonesia swasembada pangan berkelanjutan," kata Rizal dalam forum tersebut.

Rizal menilai capaian ini tidak lepas dari kebijakan pemerintah yang memberikan kepastian harga bagi petani. Ia merujuk Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 yang mengatur penyerapan gabah petani oleh Bulog dengan harga Rp6.500 per kilogram, sekaligus penyerapan jagung petani.

Dengan aturan itu, menurut Rizal, petani memiliki kepastian pasar untuk hasil panen mereka. "Dengan petunjuk seperti ini, maka petani punya kepastian, oh kalau gue tanam pasti ada yang beli, ini paling jelek Bulog harganya Rp6.500, syukur-syukur bisa di atas itu," ujarnya.

Bulog juga membentuk tim jemput pangan bersama sejumlah pihak untuk menyerap gabah dan jagung langsung dari petani. Langkah ini dinilai memperkuat jaminan pembelian hasil panen di tingkat petani.

Rizal menambahkan, sinergi pemerintah, sektor pertanian, dan industri pupuk turut mendorong peningkatan produksi serta penyerapan hasil panen nasional. "Alhamdulillah ini karena semua sinergi dari semua pihak, dari kebijakan Bapak Presiden, arahan dari Pak Menko, doktrin dari Pak Mentan yang luar biasa, sehingga kami dilecut luar biasa bisa mewujudkan swasembada badan pangan," pungkasnya.

Sebagai informasi, CNN Indonesia Agrifood Forum 2026 mengusung tema "Swasembada Protein & Peluang Pangan Global" dan digelar di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan. Forum ini menghadirkan sejumlah menteri, pejabat pemerintah, dan pimpinan BUMN untuk membahas penguatan swasembada protein, ketahanan pangan, serta peluang meningkatkan daya saing industri pangan Indonesia di pasar global. Rangkaian acara terbagi dalam tiga sesi utama, mulai dari sesi "Protein untuk Indonesia", keynote speech dan diskusi bersama Menko Pangan Zulkifli Hasan, hingga panel "Dari Swasembada ke Daya Saing Pangan".

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User