Turis Asing Kecewa Liburan di Malaysia Terganggu Asap Karhutla Indonesia, Foto Ikon Kota pun Gagal
Sejumlah wisatawan asing di Malaysia mengeluh liburannya terganggu asap karhutla dari Indonesia. Cathy Hamilton asal Australia gagal memotret Menara Kembar Petronas dan kesulitan bernapas. Pelaku usaha pariwisata melaporkan pembatalan perjalanan dan penurunan pemesanan, dengan potensi kerugian mencapai jutaan ringgit.
Kualitas udara Malaysia yang memburuk akibat asap kiriman kebakaran hutan dan lahan di Indonesia mulai berdampak langsung pada sektor pariwisata. Sejumlah wisatawan asing yang sedang berkunjung ke Negeri Jiran mengaku kecewa karena liburan mereka terganggu cuaca buruk yang ditimbulkan kabut asap tersebut.
Salah satunya Cathy Hamilton, turis asal Australia. Ia mengaku mulai menyesali kunjungannya ke Malaysia di tengah tragedi kabut asap yang terus memperburuk kualitas udara. Perempuan asal Sydney itu bahkan kesulitan mengambil foto Menara Kembar Petronas yang tertutup kabut.
"Saya mencoba mengambil foto Menara Kembar, Merdeka 118, dan pemandangan lainnya, tetapi hasilnya tidak bagus karena semuanya tertutup kabut asap," kata Hamilton, seperti dikutip The Straits Times.
Hamilton juga mengeluhkan kesulitan bernapas akibat asap kebakaran hutan di Indonesia yang menyelimuti kawasan tersebut. Ia menyebut awal pekan ini mungkin akan membatalkan perjalanannya jika bukan karena Kejuaraan Cheerleading Asia ICU yang diikuti putri-putrinya pada akhir pekan di Malaysia.
Hamilton bukan satu-satunya wisatawan yang mulai mempertimbangkan kembali rencana kunjungan ke Malaysia akibat kabut asap. Pelaku usaha pariwisata Malaysia juga mengaku mengalami penurunan pemesanan pada periode yang biasanya ramai, bahkan menghadapi pembatalan perjalanan.
Kabut asap dilaporkan mengganggu penerbangan, menghalangi pandangan ke sejumlah objek wisata paling terkenal, serta mengancam salah satu penggerak utama perekonomian Asia Tenggara itu. Berdasarkan pemeringkatan langsung perusahaan pemantau kualitas udara IQAir, Kuala Lumpur, Singapura, dan Jakarta masuk daftar 10 kota besar dengan tingkat polusi tertinggi di dunia pada 20 Oktober. Buruknya kualitas udara juga mendorong penutupan sekolah di sejumlah wilayah Malaysia.
Presiden Asosiasi Pariwisata Masuk Malaysia, Mint Leong, mengatakan operator tur yang melayani wisatawan mancanegara melaporkan pembatalan perjalanan untuk November dan penurunan pemesanan perjalanan rombongan. Banyak agen perjalanan di luar negeri, kata Mint, meminta informasi terbaru mengenai kualitas udara Malaysia menyusul nasib perjalanan wisatawan yang sudah merencanakan kunjungan jauh-jauh hari.
Situasi ini turut menurunkan jumlah turis mancanegara ke Malaysia ketika negara tersebut menargetkan kedatangan 47 juta wisatawan pada 2026 melalui perpanjangan kampanye Visit Malaysia 2026. Menurut Tourism Malaysia, negara itu mencatat 28,8 juta kunjungan wisatawan internasional dalam delapan bulan pertama 2026. Kementerian Pariwisata Malaysia tidak menanggapi pertanyaan mengenai dampak kabut asap terhadap sektor pariwisata.
"Kerugian pendapatan bisa mencapai jutaan ringgit," ujar Mint Leong.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)