Demo Berujung Ricuh di Prancis, Pemerintah Terapkan Jam Malam Mulai Pukul 20.00
Pemerintah Prancis memberlakukan jam malam di sejumlah wilayah mulai pukul 20.00 waktu setempat setelah demonstrasi berujung kericuhan. Perdana Menteri Sébastien Lecornu meminta otoritas regional menerapkan kebijakan itu, sementara Federasi Perdagangan dan Ritel mencatat lebih dari 3.000 toko terdampak. Kerusuhan terjadi menjelang enam bulan pemilihan presiden Prancis di tengah sorotan terhadap kondisi ekonomi negara.
Pemerintah Prancis mengambil langkah tegas menyusul kericuhan yang terjadi dalam aksi demonstrasi. Perdana Menteri Sébastien Lecornu meminta otoritas regional memberlakukan jam malam di sejumlah wilayah, dimulai pukul 20.00 waktu setempat.
Kebijakan itu diambil setelah demonstrasi yang melibatkan sekelompok orang berujung pada kerusuhan. Di Paris, pihak berwenang melakukan pembersihan coretan grafiti pada patung di Place de la Republique pada Selasa (20/10), sebagai bagian dari upaya menangani dampak aksi tersebut.
Dampak kerusuhan tidak hanya terasa di ruang publik. Federasi Perdagangan dan Ritel melaporkan lebih dari 3.000 toko mengalami kerugian akibat peristiwa itu.
Situasi ini muncul menjelang enam bulan pemilihan presiden Prancis. Kondisi ekonomi negara menjadi salah satu sorotan utama di tengah gejolak yang terjadi.
Dengan pemberlakuan jam malam, otoritas berupaya mencegah meluasnya kericuhan dan menjaga ketertiban di wilayah-wilayah yang terdampak. Langkah tersebut menjadi bagian dari respons pemerintah dalam menghadapi tekanan sosial dan politik yang meningkat.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)