Rupiah Tembus Rp18.145 per Dolar AS, Gubernur BI Ungkap Tiga Pemicu Utamanya

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti mengungkap tiga faktor eksternal yang menekan rupiah hingga Rp18.145 per dolar AS pada 2 November 2026, yakni eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah, pengetatan kebijakan moneter AS, dan sentimen investor global terhadap aset negara berkembang. Rupiah sebelumnya sempat menguat ke Rp17.870 pada September sebelum kembali melemah.

Nov 03, 2026 - 20:02
Updated: 9 hours ago
0
Rupiah Tembus Rp18.145 per Dolar AS, Gubernur BI Ungkap Tiga Pemicu Utamanya
Rupiah Tembus Rp18.145 per Dolar AS, Gubernur BI Ungkap Tiga Pemicu Utamanya

Nilai tukar rupiah kembali mendapat tekanan hingga menyentuh level Rp18.145 per dolar AS pada 2 November 2026. Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti mengungkapkan bahwa pelemahan tersebut tidak lepas dari sejumlah faktor eksternal yang memengaruhi pasar keuangan Tanah Air.

Menurut Destry, rupiah sebenarnya sempat menguat pada akhir kuartal III 2026. Saat itu, posisi rupiah berada di level Rp17.870 per dolar AS pada September. Namun, tekanan kembali muncul sejak Oktober dan berlanjut hingga awal November.

"Posisi 2 November menjadi Rp18.145 per dolar AS, dibandingkan pada periode penguatan di September Rp17.870," ujar Destry dalam konferensi pers hasil rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Kuartal III 2026 di Kompleks BI, Jakarta, Selasa (3/11).

Destry menjelaskan ada tiga faktor utama yang menekan nilai tukar rupiah. Pertama, eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah. Kedua, pengetatan kebijakan moneter Amerika Serikat. Ketiga, sentimen investor global terhadap aset negara berkembang.

"Pelemahan dipengaruhi eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah, pengetatan kebijakan moneter AS dan sentimen investor global terhadap aset negara berkembang," paparnya.

Tekanan eksternal tersebut turut memengaruhi pergerakan rupiah di tengah ketidakpastian ekonomi dan pasar keuangan global. Pada perdagangan Selasa (3/11) sore, rupiah ditutup melemah di level Rp18.160 per dolar AS atau turun 4 poin setara 0,02 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong menilai pelemahan rupiah dipengaruhi memburuknya sentimen penghindaran risiko (risk-off) di pasar saham domestik. Investor juga cenderung berhati-hati dan menghindari aset berisiko menjelang rilis sejumlah data ekonomi serta pemilu paruh waktu AS.

"Rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS tertekan oleh sentimen risk-off yang memburuk di pasar ekuitas domestik. Investor juga masih berhati-hati dan cenderung menghindari aset berisiko karena mengantisipasi sejumlah data ekonomi dan pemilu legislatif paruh waktu AS," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.

Meski demikian, Lukman menilai harapan terhadap pembicaraan perdamaian di Timur Tengah dan penurunan harga minyak dunia membatasi tekanan terhadap rupiah sehingga pelemahannya tidak lebih dalam.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User