NASA Minta Netizen Berhenti Menghakimi Pilot Learjet 60, Tunggu Hasil Investigasi
Administrator NASA Jared Isaacman meminta publik menghentikan kritik terhadap pilot Learjet 60 yang jatuh di Florida. Ia menegaskan investigasi belum selesai dan meminta semua pihak menghormati korban serta keluarganya. Pilot kopilot Nathalia Filgueiras, 20 tahun, tewas bersama delapan orang lainnya dalam insiden tersebut.
Administrator NASA Jared Isaacman angkat bicara terkait kecelakaan pesawat Learjet 60 yang jatuh dan terbakar di Florida, Amerika Serikat, pada Minggu (1/11). Ia meminta netizen dan masyarakat luas untuk menghentikan kritik yang ditujukan kepada pilot dan kopilot pesawat nahas tersebut. Isaacman menegaskan bahwa investigasi masih berlangsung dan semua pihak sebaiknya menunggu hasil resmi sebelum melontarkan penilaian.
Permintaan itu disampaikan Isaacman melalui akun X pada Senin (2/11), seperti dikutip Business Insider. Ia merasa terdorong untuk bersuara setelah melihat beragam komentar di media sosial, mulai dari spekulasi serangan rudal, isu DEI (Diversity, Equity, and Inclusion), hingga kritik terhadap panggilan radio terakhir sang pilot. Menurutnya, reaksi-reaksi tersebut tidak pantas disampaikan sebelum penyelidikan tuntas.
Dalam cuitannya, Isaacman menyebut pilot yang menjadi sasaran kritik sebagai "wanita malang" yang telah menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik. Ia menekankan bahwa pilot tersebut merupakan wakil komandan dan tetap berkomunikasi dengan pemandu lalu lintas udara (ATC) hingga akhir. "Dia kemungkinan besar tahu sebelum banyak panggilan itu bahwa dia akan meninggal," tulis Isaacman.
Pilot pesawat pribadi Learjet 60 yang jatuh menukik tajam di jalan raya Florida itu diidentifikasi sebagai Nathalia Filgueiras, berusia 20 tahun. Insiden yang terjadi dekat resort Presiden Donald Trump tersebut menewaskan seluruh sembilan orang yang berada di dalam pesawat. Pesawat itu jatuh dari ketinggian 27.000 kaki dalam waktu sekitar satu menit sebelum menabrak tanah.
Isaacman juga mengingatkan bahwa masih banyak faktor yang belum diketahui, termasuk riwayat perawatan pesawat, potensi kegagalan struktural, turbulensi, kecepatan berlebih, dan kondisi cuaca. Ia menegaskan bahwa investigasi belum selesai dan publik belum mengetahui secara pasti apa yang terjadi di dalam kokpit. "Biarkan orang-orang menyelidiki, belajar, dan berbagi fakta. Hormatilah mereka yang meninggal dan keluarga yang mengenang mereka," tegasnya.
Learjet 60 tersebut berangkat dari Austin dan sedang dalam perjalanan menuju Bahama ketika memasuki wilayah Florida pada Minggu (1/11). National Transportation Safety Board (NTSB) menyatakan bahwa cuaca menjadi fokus utama penyelidikan. Florida Selatan saat itu dilanda badai petir meluas, dengan data cuaca penerbangan menunjukkan hujan lebat, jarak pandang rendah, dan turbulensi sedang.
Senada dengan Isaacman, pensiunan pilot Delta Air Lines Mark Stephens juga menyoroti banyaknya pihak yang terburu-buru menyalahkan kopilot. Ia mengingatkan bahwa faktor cuaca mungkin berperan dalam kecelakaan tersebut. "Semua orang langsung mengambil kesimpulan tentang pilot itu, seperti sok tahu setelah kejadian 'Oh, itu salahnya'. Itu omong kosong. Dan dia bahkan bukan kaptennya," kata Stephens.
Hingga kini, pihak berwenang belum mengumumkan penyebab pasti kecelakaan maupun identitas seluruh korban. Namun, rekaman panggilan darurat kopilot beberapa saat sebelum pesawat jatuh telah memicu beragam reaksi di media sosial. Baik Isaacman maupun Stephens berharap publik menahan diri dan memberikan ruang bagi proses investigasi yang sedang berjalan.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)