Draf Baru Disahkan, Vietnam Batalkan Rencana Izinkan Anak Jadi Pendonor Organ
Vietnam resmi membatalkan usulan yang mengizinkan anak di bawah 18 tahun mendaftar sebagai pendonor organ. Draf terbaru UU Donasi, Pengadaan, dan Transplantasi Jaringan, Organ, dan Tubuh Manusia yang dibahas Majelis Nasional pada 2 November melarang anak mendonorkan organ vital atau non-regeneratif saat hidup. Mereka hanya boleh mendonorkan jaringan regeneratif seperti sumsum tulang dan sel punca ke saudara kandung dengan syarat ketat.
Vietnam memutuskan membatalkan usulan kontroversial yang memperbolehkan anak di bawah usia 18 tahun mendaftar sebagai pendonor organ tubuh. Pembatalan itu tertuang dalam draf terbaru Undang-Undang tentang Donasi, Pengadaan, dan Transplantasi Jaringan, Organ, dan Tubuh Manusia yang dibahas Majelis Nasional pada Senin (2/11).
Dalam revisi tersebut, anak-anak di bawah 18 tahun tidak diperkenankan mendonorkan organ vital maupun organ non-regeneratif saat masih hidup. Mereka hanya diizinkan mendonorkan jaringan tubuh yang dapat beregenerasi, seperti sumsum tulang dan sel punca, kepada saudara kandung dalam kondisi darurat dan dengan persyaratan tertentu.
Syarat yang dimaksud antara lain tidak adanya donor dewasa yang cocok, serta harus mendapatkan persetujuan tertulis dari kedua orang tua dan melalui konseling independen. Draf anyar ini juga menghapus klasifikasi berdasarkan usia dan ketentuan sebelumnya yang membolehkan individu di bawah 15 tahun mendonorkan organ kepada orang tua mereka.
Selain itu, undang-undang tersebut secara tegas melarang segala bentuk jual beli, pemaksaan, pencurian, atau eksploitasi jaringan dan organ tubuh anak-anak. Langkah ini diambil untuk memperketat perlindungan terhadap anak dalam praktik transplantasi organ.
Sebelumnya, draf yang diajukan pada Oktober lalu memuat usulan agar anak di bawah 18 tahun dapat mendaftar sebagai pendonor setelah dinyatakan mati otak atau meninggal akibat peredaran darah. Persyaratannya, anak di bawah umur harus mendaftar atau menyatakan keinginannya sebelum meninggal dengan persetujuan perwakilan hukum mereka.
Versi lama itu juga memungkinkan anak di bawah umur menyumbangkan jaringan regeneratif dalam kondisi berbeda. Mereka yang berusia 15 hingga di bawah 18 tahun dapat berdonasi kepada anggota keluarga, sedangkan anak di bawah 15 tahun dapat berdonasi kepada orang tua kandung atau saudara kandungnya.
Namun, usulan tersebut menuai kritik keras dari berbagai pihak. Kritik itu akhirnya mendorong pemerintah merevisi draf dan menghapus ketentuan yang dinilai berisiko bagi anak-anak. Pembatalan ini menjadi penegasan bahwa kepentingan dan keselamatan anak tetap menjadi prioritas dalam kebijakan transplantasi organ di Vietnam.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)