612 Kereta Baru KAI Segera Beroperasi, Toilet Pria dan Wanita Kini Terpisah
KAI menyiapkan 612 unit kereta baru produksi PT INKA hingga 2027, dengan fasilitas toilet terpisah antara pria dan wanita. Kebijakan ini muncul setelah survei menunjukkan penumpang perempuan meningkat. Sebanyak 40 trainset sudah diterima, berbarengan dengan Gapeka 2026 dan peluncuran KA Pandawa serta penambahan 39 perjalanan di Jawa dan Sumatra.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI tengah menyiapkan pengadaan 612 unit kereta baru yang diproduksi PT INKA hingga 2027. Salah satu perubahan paling menonjol pada armada mendatang adalah pemisahan fasilitas toilet antara penumpang pria dan wanita.
Langkah ini diambil setelah KAI mencermati hasil survei Customer Satisfaction Index yang menunjukkan pertumbuhan signifikan pada jumlah penumpang perempuan. Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa masukan pelanggan menjadi dasar utama inovasi tersebut.
"Berdasarkan Customer Satisfaction Index, penumpang perempuan itu naik, lebih banyak daripada laki-laki. Sehingga survei meminta kita untuk menambah toilet yang terpisah antara laki-laki dan perempuan. Saya bisa pastikan investasi kereta yang 612 dari INKA, semuanya sudah memisah toilet laki-laki dan perempuan," ujar Anne di Jakarta Pusat, Selasa (3/11).
Hingga saat ini, KAI telah menerima 40 trainset dari total 612 kereta yang dipesan kepada INKA. Pembaruan sarana ini berjalan seiring dengan pemberlakuan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2026 yang memperluas akses dan meningkatkan konektivitas di Pulau Jawa dan Sumatra.
Dalam rangkaian Gapeka 2026, KAI juga meluncurkan layanan kereta api baru di Jawa, yakni KA Pandawa untuk relasi Semarang Tawang-Solo Balapan-Yogyakarta pulang-pergi. KA Pandawa menyediakan 4 perjalanan guna memperkuat transportasi aglomerasi di wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.
"Satu yang menjadi andalan kita, kita harapkan bisa memperkuat aglomerasi. Dari utaranya kita ada KA Pandawa 4 perjalanan Semarang Tawang-Solo Balapan-Jogja PP. Kami melihat angkutan dalam kota dan aglomerasi ini meningkat sangat drastis," jelas Anne.
Selain itu, KAI menambah frekuensi perjalanan pada tiga kereta api lainnya. Di DAOP I Sumatra Utara, KAI menambah 1 perjalanan untuk KA Datuk Belambangan dan 4 perjalanan untuk KA Srilelawangsa. Sementara itu, untuk rute Jawa, KA Brawijaya relasi Malang-Gambir PP mendapat tambahan 2 perjalanan.
Secara keseluruhan, KAI menambah total 39 perjalanan kereta api antarkota di Jawa dan Sumatra. Penambahan frekuensi serta hadirnya layanan baru ini diharapkan mampu mendongkrak kapasitas angkut sekaligus memperluas opsi perjalanan bagi masyarakat.
"Mudah-mudahan ini bisa mengobati hati kita, karena yang terlihat kemarin di Gapeka itu adalah nama keretanya, tetapi banyak hal yang sebenarnya kita sudah melakukan perbaikan dan survei di mana aglomerasi juga punya potensi untuk dikembangkan," ujar Anne.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)