Polisi Buru Bos Narkoba Berinisial K, Ganja dari Sumut Diedarkan di Depok dan Tangerang

Ditresnarkoba Polda Metro Jaya memburu bandar narkoba berinisial K yang mengendalikan peredaran ganja lintas daerah dari Mandailing Natal, Sumatera Utara, untuk diedarkan di Depok dan Tangerang. Identitas K sudah dikantongi dan masuk daftar pencarian orang. Polisi sebelumnya menggagalkan peredaran 44,1 kilogram ganja dan menangkap kurir berinisial YT di Rest Area Tol Jagorawi.

Nov 03, 2026 - 12:02
Updated: 1 day ago
0
Polisi Buru Bos Narkoba Berinisial K, Ganja dari Sumut Diedarkan di Depok dan Tangerang
Polisi Buru Bos Narkoba Berinisial K, Ganja dari Sumut Diedarkan di Depok dan Tangerang

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya tengah memburu seorang bandar besar berinisial K yang diduga menjadi pengendali peredaran ganja lintas daerah. Jaringan ini menyasar wilayah Depok dan Tangerang sebagai lokasi peredaran, dengan pasokan ganja berasal dari Mandailing Natal, Sumatera Utara.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol. Bismo Teguh Prakoso menyatakan identitas bandar tersebut sudah dikantongi penyidik. K kini telah dimasukkan ke dalam daftar pencarian orang (DPO). "Untuk bosnya, itu kita sudah mengantongi identitasnya, ya. Inisialnya sudah ada, DPO dia. Inisialnya K, ya. Nah, ini kita akan lakukan pengejaran," ujar Bismo di Jakarta, Selasa.

Dari hasil penyidikan sementara, sindikat ini menyelundupkan ganja dari Mandailing Natal untuk diedarkan di kawasan penyangga ibu kota. Para kurir yang tertangkap mengaku dijanjikan upah Rp1 juta untuk setiap satu kilogram ganja yang berhasil diantar ke lokasi tujuan.

Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat serta pengembangan kasus-kasus sebelumnya. Polisi menangkap seorang tersangka berinisial YT di Rest Area Tol Jagorawi pada Sabtu (31/10). Dari penangkapan itu, aparat menggagalkan peredaran ganja jaringan antarprovinsi seberat 44,1 kilogram yang berasal dari Mandailing Natal.

Menurut Bismo, YT diketahui telah tiga kali melakukan pengiriman ganja jaringan antarprovinsi. Sebelum penangkapan akhir Oktober, pelaku pernah meloloskan pengiriman ganja sebanyak 50 kilogram dan 44 kilogram pada Juli 2026.

Bismo menegaskan pengungkapan ini merupakan bagian dari program prioritas Kapolri terkait pemberantasan bandar narkoba. Saat ini, kepolisian masih terus mengembangkan kasus untuk membongkar jaringan pemasok utama sekaligus menangkap K yang diduga menjadi pengendali utama peredaran narkotika tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User