Modal Asing Masih Deras Masuk, Menkeu Sebut Bursa Saham RI Kebanjiran Rp126 Triliun
Menteri Keuangan Suahasil Nazara melaporkan aliran modal masuk ke bursa saham Indonesia mencapai sekitar Rp126 triliun sejak Januari hingga akhir Oktober 2026. Ia menilai capaian itu positif dan berharap inflow bersama SBN serta SRBI semakin menarik minat pemodal. Di sisi lain, pemerintah masih harus mengumpulkan pendapatan negara sekitar Rp600 triliun dan membelanjakan sekitar Rp990 triliun dari APBN pada November-Desember.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan bahwa aliran modal masuk atau capital inflow ke bursa saham Indonesia telah mencapai sekitar Rp126 triliun sejak awal 2026. Angka tersebut tercatat sejak Januari hingga akhir Oktober 2026.
"Untuk inflow, tadi kami laporkan kepada Bapak Presiden bahwa terjadi inflow sampai saat ini masih inflow sekitar Rp126 triliun sepanjang tahun dari Januari sampai dengan akhir Oktober kemarin," ujar Suahasil di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/11).
Menurut Suahasil, besaran inflow hingga Rp126 triliun itu sudah tergolong sangat baik. Meski demikian, ia tetap menekankan pentingnya perbaikan pasar saham di Indonesia ke depan.
Suahasil berharap aliran modal tersebut dapat terus berlanjut sehingga bersama Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) menjadi daya tarik bagi para pemodal untuk menanamkan saham dan investasinya di Indonesia.
Selain pasar saham, Suahasil juga menyoroti pentingnya penanaman modal asing atau foreign direct investment di Indonesia. Menurutnya, yang terpenting adalah proyek yang bersifat sebagai investasi langsung.
Pada saat yang sama, Suahasil menyebut pemerintah masih harus membelanjakan sekitar Rp990 triliun dari APBN. Untuk pendapatan negara, pemerintah masih perlu mengumpulkan sekitar Rp600 triliun lebih pada November-Desember ini.
Ia pun mengimbau seluruh kementerian dan lembaga untuk tetap menerapkan langkah efisiensi dalam belanja negara. Suahasil mengakui biasanya kementerian/lembaga di akhir tahun lebih gencar menggunakan anggarannya.
"Itu silahkan tapi harus tetap efisien, harus tetap dalam tata kelola yang baik dan tentu harus dilakukan sesuai dengan target output yang di yang dicanangkan ketika meminta anggaran tersebut," ucap dia.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)