Pedagang Jalan Sandang Pangan Menolak Direlokasi, Penertiban di Pasar Raya Padang Berlangsung Ricuh

Penertiban PKL di Jalan Sandang Pangan, Padang, berlangsung ricuh karena sebagian pedagang menolak direlokasi ke basement Blok 2 Pasar Raya. Pemko Padang menyebut 169 pedagang telah didata dan disiapkan tempat berjualan baru, sementara kawasan tersebut akan ditata ulang untuk drainase, trotoar, dan badan jalan.

Oct 21, 2026 - 16:02
Updated: 14 hours ago
0
Pedagang Jalan Sandang Pangan Menolak Direlokasi, Penertiban di Pasar Raya Padang Berlangsung Ricuh
Pedagang Jalan Sandang Pangan Menolak Direlokasi, Penertiban di Pasar Raya Padang Berlangsung Ricuh

Pemerintah Kota Padang kembali menertibkan pedagang kaki lima di sepanjang Jalan Sandang Pangan, Rabu (21/10/2026) sore. Penertiban yang melibatkan Satpol PP Padang, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, Polresta Padang, Kodim, serta Dinas Perdagangan Kota Padang itu sempat diwarnai cekcok antara pedagang dan petugas gabungan.

Sejumlah lapak yang selama ini dipakai berjualan buah, pakaian bekas, dan berbagai barang dagangan lain dibongkar petugas. Penertiban dilakukan untuk mengembalikan fungsi fasilitas umum di kawasan tersebut sekaligus mendukung program revitalisasi Pasar Raya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Fizlan Setiawan, menyatakan bahwa penertiban ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menata kembali kawasan pasar. "Kita bersama tim gabungan Satpol PP dan Forkopimda, Polresta dan Kodim melakukan penertiban terhadap pedagang kaki lima Jalan Sandang Pangan ini," kata Fizlan kepada awak media.

Menurut Fizlan, lapak pedagang di Jalan Sandang Pangan telah berdiri sejak setelah gempa bumi 2009. Kondisi itu membuat sebagian pedagang menolak dipindahkan karena telah lama menggantungkan penghasilan dari lokasi tersebut. "Ada resistensi dari pedagang karena mereka merasa selama ini Jalan Sandang Pangan digunakan sudah hampir 15 tahun untuk kegiatan perdagangan," ujarnya.

Sebagai lokasi relokasi, Pemko Padang telah menyiapkan basement Blok 2 Pasar Raya. Fizlan memastikan sebanyak 169 pedagang yang masuk dalam pendataan pemerintah akan mendapatkan tempat untuk melanjutkan kegiatan berjualan. Penataan tempat juga dilakukan berdasarkan jenis dagangan agar pengunjung lebih mudah menemukan barang yang dibutuhkan dan kawasan pasar tetap bersih serta tertata.

Fizlan menyebut sosialisasi rencana penertiban telah dilakukan sejak akhir Mei 2026. Setelah basement Blok 2 siap, pemerintah juga telah menyurati dan mengimbau pedagang agar memindahkan lapak secara mandiri. Namun karena pemindahan tidak berjalan sesuai harapan, pemerintah akhirnya membongkar lapak di sepanjang Jalan Sandang Pangan.

Meski begitu, Pemko Padang tetap membuka ruang bagi pedagang untuk menyampaikan keluhan dan mencari solusi tempat berjualan. "Kalau mau berjualan di area pasar, silakan ke Dinas Perdagangan. Kita bantu, kita carikan solusi dan tempatnya untuk berjualan," kata Fizlan.

Setelah pembongkaran, kawasan Jalan Sandang Pangan direncanakan ditata kembali. Pemerintah akan memperbaiki jalan, trotoar, dan drainase. Kawasan itu juga direncanakan menjadi salah satu lokasi terminal angkutan kota. Fizlan berharap revitalisasi Pasar Raya menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih nyaman bagi pengunjung dan memberi dampak positif bagi pendapatan pedagang yang direlokasi. Pemerintah juga mengajak masyarakat berbelanja di basement Blok 2 dan Blok 3 Pasar Raya Padang yang telah disiapkan sebagai lokasi berjualan bagi PKL.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User