Pakar BMKG Peringatkan Jakarta Berisiko Terdampak Megathrust, Tsunami Diprediksi Capai 0,5 Meter

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengungkap Jakarta berpotensi terdampak gempa megathrust karena berdekatan dengan zona megathrust dan sesar aktif. Gempa dari Selat Sunda dengan magnitudo maksimum 8,9 disebut bisa memicu tsunami yang menjalar ke Jakarta dengan ketinggian sekitar 0,5 meter, lebih rendah dibanding Jawa Barat atau Banten.

Sep 30, 2026 - 00:02
Sep 30, 2026 - 00:02
 0
Pakar BMKG Peringatkan Jakarta Berisiko Terdampak Megathrust, Tsunami Diprediksi Capai 0,5 Meter
Pakar BMKG Peringatkan Jakarta Berisiko Terdampak Megathrust, Tsunami Diprediksi Capai 0,5 Meter

Jakarta berada dalam bayang-bayang ancaman gempa megathrust. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengungkap sejumlah alasan mengapa ibu kota ini berpotensi terdampak, salah satunya karena posisinya yang berdekatan dengan zona megathrust. Salah satu sumber gempa yang menjadi perhatian adalah gempa yang berasal dari bagian selatan Pulau Jawa.

Wijayanto mencontohkan skenario gempa rilis dengan magnitudo maksimum di daerah Selat Sunda yang berpotensi mencapai 8,9. Menurutnya, jika gempa tersebut benar-benar terjadi, tsunami berpotensi menjalar hingga ke Jakarta. Namun, ketinggian tsunami di Jakarta diprediksi tidak sampai satu meter, berbeda dengan wilayah Jawa Barat atau Banten yang diperkirakan lebih tinggi.

"Nanti tsunami-nya bisa sampai ke Jakarta, tapi tsunami-nya tidak setinggi di wilayah Jawa Barat atau Banten. Tingginya di Jakarta itu kita prediksi hanya sekitar 0,5 meter," ujar Wijayanto kepada CNNIndonesia.com, Senin (24/8).

Selain ancaman dari zona megathrust, Wijayanto menyoroti keberadaan sesar aktif yang berdekatan dengan Jakarta, seperti Sesar Cimandiri di Bogor. Sesar ini berpotensi menimbulkan kerusakan di sejumlah wilayah Jawa. Menurutnya, jika gempa berasal dari sesar aktif tersebut, dampaknya bisa dirasakan di wilayah-wilayah Jawa, khususnya Jakarta yang memiliki tingkat kepadatan penduduk tinggi sehingga berpotensi menimbulkan kerusakan lebih besar.

Wijayanto juga menjelaskan bahwa gempa besar dapat terjadi dengan intensitas 6-7 MMI. Karena Jakarta merupakan kawasan padat pemukiman, guncangan kuat berpotensi menimbulkan kerusakan yang lebih luas. Ia menekankan dua dampak utama yang dapat dipicu oleh megathrust, yakni tsunami dan guncangan kuat.

Tsunami dapat terjadi ketika gempa berada di bawah laut dan menyebabkan perubahan atau pergeseran dasar laut. Energi dari gempa tersebut disebut dapat memicu gelombang tsunami. Wijayanto mencontohkan, apabila gempa besar terjadi di segmen Mentawai-Sibereut, maka daerah Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Bengkulu akan terdampak, bahkan mungkin berdampak pula ke negara-negara sekitar Samudra Hindia.

Selain tsunami, megathrust juga dapat menyebabkan guncangan kuat saat gempa terjadi. Guncangan ini berpotensi menimbulkan kerusakan infrastruktur maupun bangunan, bahkan tanah longsor hingga kebakaran. Meski demikian, Wijayanto memastikan BMKG telah memiliki sistem peringatan dini tsunami yang dapat memberikan informasi kepada masyarakat sekitar terkait langkah-langkah yang perlu dilakukan jika terjadi bencana.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0