BRIN Kaji Tepung Singkong sebagai Pemadam Karhutla, Uji Skala Besar Mulai Disiapkan

BRIN tengah menguji efektivitas tepung berbahan singkong sebagai material pemadam karhutla skala besar. Kepala BRIN Arif Satria menyebut kajian teoritik menunjukkan material ini masuk akal secara saintifik, namun masih perlu uji coba untuk menentukan komposisi dan metode penyemprotan. BRIN juga menyiapkan teknologi modifikasi cuaca bersama BMKG dan TNI AU.

Sep 29, 2026 - 12:02
Sep 29, 2026 - 12:02
 0
BRIN Kaji Tepung Singkong sebagai Pemadam Karhutla, Uji Skala Besar Mulai Disiapkan
BRIN Kaji Tepung Singkong sebagai Pemadam Karhutla, Uji Skala Besar Mulai Disiapkan

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) masih mengkaji efektivitas tepung berbahan singkong sebagai material pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam skala besar. Kepala BRIN Arif Satria menyatakan secara teoritik material tersebut memungkinkan digunakan untuk membantu memadamkan api, tetapi tetap memerlukan pengujian sebelum diterapkan secara luas.

Kajian ini berawal dari inovasi yang disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terkait penggunaan bahan berbasis tepung dalam penanganan karhutla. BRIN kemudian menelaah teknologi tersebut secara teoritik melalui para ahli kimia molekuler yang ada di lembaga itu.

"Secara saintifik sebenarnya itu hal yang masuk akal, sesuatu yang bisa, sehingga sekarang begitu saya mendapat berita itu kemudian kita lakukan kajian secara teoritik, para ahli kimia molekuler yang ada di BRIN melakukan kajian dan langsung disampaikan bahwa memang itu secara teoritik betul," ujar Arif di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (28/8).

BRIN bersama Polri kini menyiapkan uji coba dalam berbagai skala. Pengujian itu diperlukan untuk mengetahui seberapa efektif material tersebut saat digunakan pada area karhutla yang luas, termasuk menentukan komposisi bahan serta metode penyemprotannya.

Menurut Arif, penggunaan tepung dalam skala besar tidak bisa dilakukan secara manual. Karena itu, tim juga tengah mengkaji peralatan yang dibutuhkan untuk mengaplikasikan material tersebut di lapangan. "Karena kan yang saat ini kita lihat baru skala kecil ya, sekarang bagaimana untuk skala besar. Untuk skala besar kemudian dari sisi campuran-campuran zat-zatnya maupun dari sisi bagaimana teknik untuk memadamkannya seperti apa. Kan tidak mungkin ditaburi pakai tangan, harus pakai alat-alat tertentu dan sekarang sedang dikaji," jelasnya.

Arif menegaskan belum ada arahan bahwa material tersebut harus segera diproduksi massal. Saat ini BRIN masih menjalankan mandat Presiden Prabowo Subianto untuk mencari berbagai opsi teknologi dalam menangani karhutla. "Arahan Bapak Presiden jelas bahwa BRIN diminta untuk mencari opsi-opsi teknologi yang bisa mengatasi bencana karhutla ini," katanya.

Selain material berbasis tepung, BRIN juga menyiapkan teknologi modifikasi cuaca untuk membantu penanganan karhutla. Teknologi itu menggunakan material natrium klorida (NaCl) berukuran mikro untuk mendukung proses hujan buatan. BRIN berkoordinasi dengan TNI Angkatan Udara dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dengan BRIN berperan pada sisi riset dan penyediaan material, sementara pelaksanaan modifikasi cuaca dilakukan BMKG.

Arif menambahkan efektivitas tepung singkong secara teori telah dinilai memungkinkan, namun seberapa efektif material itu untuk kebakaran hutan berskala luas masih menjadi bagian dari pengujian. "Jadi teknologi-teknologi yang muncul dari masyarakat coba kita validasi. Ternyata memang secara teori, hipotesis, yes betul. Tapi yang sekarang kita harus pikirkan adalah untuk skala berapa? Skala kebakaran hutan kan luas sekali. Itu untuk skala yang besar inilah tantangan kita, sekarang ini tim Polri dengan tim BRIN sedang menyiapkan itu, melakukan kajian dan juga melakukan uji coba," ujarnya.

Sebelumnya, Polda Kalimantan Selatan menguji cairan berbasis pati singkong yang dicampur amonium polifosfat, air, dan zat pembasah untuk menghambat perambatan api di lahan gambut. Air dalam campuran berfungsi menyerap panas, sedangkan pati singkong membantu cairan menempel lebih lama di permukaan tanah. Presiden Prabowo sendiri sebelumnya meminta teknologi tersebut diuji dalam skala lebih besar, sebagaimana disampaikannya dalam rapat penanganan karhutla di Palembang, Senin (24/8).

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0