Bappenas Ungkap Blockchain Bukan Cuma soal Kripto, Petani Kopi Disebut Ikut Panen Manfaat

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan blockchain tidak hanya identik dengan kripto, tetapi juga berdampak nyata bagi petani. Lewat sistem traceability berbasis blockchain, petani kopi Indonesia disebut bisa terhubung langsung dengan konsumen mancanegara. Pemerintah menargetkan kontribusi ekonomi digital ke PDB mencapai 12-13 persen pada 2029.

Sep 30, 2026 - 00:02
Sep 30, 2026 - 00:02
 0
Bappenas Ungkap Blockchain Bukan Cuma soal Kripto, Petani Kopi Disebut Ikut Panen Manfaat
Bappenas Ungkap Blockchain Bukan Cuma soal Kripto, Petani Kopi Disebut Ikut Panen Manfaat

Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) sekaligus Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy menilai teknologi blockchain memiliki manfaat jauh lebih luas daripada sekadar transaksi aset kripto. Menurutnya, teknologi berbasis data itu berpotensi mendorong kinerja petani Indonesia naik kelas.

Penegasan tersebut disampaikan Rachmat dalam Acara Indonesia Digital Blockchain Week 2026 di Jakarta, Rabu (26/8), seperti dilansir dari Antara. Ia menekankan bahwa blockchain perlu ditempatkan sebagai bagian dari transformasi digital yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan nasional, bukan hanya sebagai instrumen di pasar kripto.

"Blockchain memiliki ruang yang besar apabila digunakan untuk menjawab kebutuhan nyata, yaitu meningkatkan efisiensi, transparansi, traceability, integritas, dan kepercayaan," ujar Rachmat dalam acara tersebut.

Dalam kesempatan itu, Rachmat membagikan pengalaman seorang petani kopi yang berhasil mengembangkan sistem traceability hingga membangun sistem berbasis blockchain. Berkat sistem tersebut, konsumen dari berbagai negara dapat berkomunikasi langsung dengan petani di Indonesia.

Pengalaman itu dinilai menunjukkan bagaimana blockchain mampu mempertemukan pelaku pembangunan, mulai dari tingkat desa hingga pasar internasional. Teknologi ini disebut dapat memperkuat posisi petani dalam rantai pasok global.

Dalam konteks pembangunan, lanjut Rachmat, blockchain dapat diterapkan dalam kerangka perencanaan pembangunan nasional untuk mendukung ekonomi digital, pemerintahan digital, serta tata kelola data yang lebih transparan dan terintegrasi.

Mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, transformasi digital ditopang tiga pilar utama, yakni masyarakat digital, infrastruktur digital, dan pemerintahan digital. Pemerintah juga mendorong investasi teknologi baru, keterpaduan data, serta riset dan inovasi agar transformasi digital berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi berkualitas.

"Kontribusi ekonomi digital terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) ditargetkan mencapai 12-13 persen pada 2029," ungkap Menteri Bappenas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0