Menteri Transportasi Spanyol Mundur Setelah Kecelakaan Kereta Tewaskan 69 Orang

Menteri Transportasi Spanyol Óscar Puente mengundurkan diri dan menarik pencalonan dalam pemilihan legislatif dini 29 November setelah kecelakaan kereta api yang menewaskan 69 orang pekan lalu. Keputusan ini diambil setelah desakan oposisi dan serikat pekerja terkait pengelolaan keselamatan jaringan kereta api.

Nov 05, 2026 - 08:02
Updated: 7 hours ago
0
Menteri Transportasi Spanyol Mundur Setelah Kecelakaan Kereta Tewaskan 69 Orang
Menteri Transportasi Spanyol Mundur Setelah Kecelakaan Kereta Tewaskan 69 Orang

Menteri Transportasi Spanyol, Óscar Puente, resmi mengundurkan diri dari jabatannya menyusul kecelakaan kereta api maut yang menewaskan 69 orang pekan lalu. Pengunduran diri tersebut diumumkan Puente dalam sidang parlemen pada Selasa (3/11). Tidak hanya mundur dari kursi menteri, Puente juga menarik namanya dari daftar calon dalam pemilihan legislatif dini yang dijadwalkan pada 29 November mendatang.

Keputusan Puente ini diambil setelah ia mendapat tekanan berulang dari oposisi sayap kanan dan serikat pekerja yang menuntut ia mundur. "Saya ingin memberitahukan kepada Anda bahwa saya tidak hanya mengundurkan diri dari jabatan saya sebagai menteri transportasi, tetapi saya juga menarik nama saya dari daftar calon untuk pemilihan legislatif dini pada tanggal 29 November," ujar Puente, seperti dikutip The Guardian.

Beberapa jam sebelum pengumuman mundur, Puente sempat memaparkan sejumlah langkah untuk meningkatkan keselamatan jaringan kereta api Spanyol. Ia berjanji pemerintah akan bekerja keras memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta berkecepatan tinggi. Namun, desakan mundur tampaknya tidak terbendung.

Kecelakaan yang menjadi pemicu terjadi ketika kereta milik perusahaan negara Renfe menabrak bagian belakang kereta yang sedang berhenti milik operator swasta Iryo pada Rabu (28/10). Insiden itu berlangsung di dekat Desa Urda, sekitar 80 mil di selatan Madrid. Investigasi awal menunjukkan sistem keselamatan otomatis gagal menghentikan seluruh kereta di jalur sepanjang 39 mil, namun pusat kendali tetap mengizinkan kereta Renfe melanjutkan perjalanan.

Insiden tersebut memicu kritik tajam terhadap pengelolaan keselamatan dan kondisi jaringan kereta api Spanyol. Oposisi dan serikat pekerja juga mengkritik Puente karena dinilai menyalahkan operator pusat kendali atas kecelakaan tersebut. Menanggapi persoalan itu, Puente sempat mengumumkan rencana pengembangan perangkat lunak yang dapat memberikan peringatan otomatis apabila mendeteksi anomali lalu lintas kereta. Pemerintah juga berencana menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mengawasi sistem dan mengurangi risiko kesalahan manusia.

Selain itu, keputusan penting yang diambil operator pusat kendali ketika sistem keselamatan otomatis tidak berfungsi nantinya harus mendapat konfirmasi dari operator kedua. Pemerintah juga akan mereformasi kondisi kerja operator pusat kendali, termasuk mengatur waktu istirahat dan memantau tingkat kelelahan mereka. Puente turut mengumumkan bantuan sebesar 30 juta euro atau Rp612 miliar untuk keluarga korban meninggal dan puluhan korban luka.

Serikat pengemudi kereta Semaf telah mengumumkan rencana mogok kerja pada 10 dan 12 November. Mereka memprotes memburuknya kondisi kerja dan sistem keselamatan yang dinilai buruk. Kecelakaan pekan lalu bukan satu-satunya tragedi kereta yang terjadi di Spanyol tahun ini. Pada Januari, tabrakan di wilayah Andalusia menewaskan 46 orang di jalur utama yang menghubungkan Madrid dan Sevilla.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User