Jokowi Bersaksi di Sidang Roy Suryo, 1.200 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan PN Jaktim
Sebanyak 1.200 personel gabungan dari TNI, Polri, dan Satpol PP dikerahkan untuk mengamankan sidang dengan saksi Jokowi di PN Jakarta Timur, Kamis. Pengamanan dilakukan untuk mengantisipasi massa dari kubu Projo dan Roy Suryo cs, serta rekayasa lalu lintas situasional.
Pengadilan Negeri Jakarta Timur menjadi pusat perhatian pada Kamis ini. Sidang kasus pencemaran nama baik yang menghadirkan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) sebagai saksi untuk terdakwa Roy Suryo cs berlangsung dengan pengamanan ketat. Sebanyak 1.200 personel gabungan dari TNI, Polri, dan Satpol PP Jakarta Timur dikerahkan untuk mengamankan kawasan pengadilan dan sekitarnya.
Kapolsek Cakung Kompol Andre Tri Putra menyatakan bahwa pengerahan personel ini untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat selama persidangan. "Dari pihak keamanan, kami menyiapkan sekitar 1.200 personel untuk mengamankan kawasan PN Jakarta Timur selama jalannya persidangan," ujarnya di Jakarta, Kamis.
Kehadiran Jokowi diperkirakan akan menarik perhatian publik, termasuk massa dari dua kelompok yang berseberangan. Pendukung Jokowi dari organisasi Projo dan kelompok Roy Suryo cs diprediksi akan hadir di sekitar lokasi. "Karena hari ini akan ada massa dua kubu baik dari Projo dan kubu Roy Suryo cs, jadi estimasi massa cukup banyak," tambah Andre.
Selain mengamankan area gedung pengadilan, polisi juga memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, termasuk aktivitas warga yang tinggal di kawasan tersebut. Andre meminta dukungan masyarakat, khususnya warga Perumahan Eramas 2000, untuk ikut menjaga situasi tetap aman. "Kami mohon doa dan kerja samanya kepada warga sekitar, khususnya Eramas 2000, agar kegiatan sidang berjalan aman, lancar, dan kondusif," ucapnya.
Kepolisian juga menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di sekitar PN Jakarta Timur. Pengaturan lalu lintas akan disesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan, termasuk jumlah masyarakat yang datang. Andre menegaskan bahwa rekayasa lalu lintas bersifat situasional sehingga dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi keamanan dan arus kendaraan.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)