Chris Pappas Menang di New Hampshire, Cetak Sejarah sebagai Senator Gay Pertama Amerika Serikat
Chris Pappas dari Partai Demokrat memenangkan kursi Senat New Hampshire setelah mengalahkan John Sununu. Kemenangan ini menjadikannya pria gay pertama yang terbuka dan menjabat di Senat AS. Pappas berkomitmen memperjuangkan kesetaraan, sementara HRC dan GLAAD menyebut kemenangannya sebagai momen bersejarah bagi komunitas LGBTQ.
Politikus Partai Demokrat Chris Pappas resmi memenangkan pemilihan senator negara bagian New Hampshire. Kontestasi itu berlangsung bersamaan dengan pemilihan sela Amerika Serikat pada Selasa (3/11). Kemenangan tersebut membawa Pappas mencatat sejarah sebagai pria gay pertama yang secara terbuka menjabat di Senat AS.
Dalam pertarungan memperebutkan kursi Senat New Hampshire, Pappas berhasil mengalahkan mantan senator dari Partai Republik, John Sununu. Kemenangan ini membuat kursi Senat New Hampshire tetap berada di tangan Partai Demokrat. Proyeksi media AS turut mengonfirmasi hasil tersebut.
Pappas sendiri bukan sosok baru di dunia politik. Anggota DPR berusia 46 tahun itu telah menjabat di Dewan Perwakilan sejak 2018. Ia juga dikenal sebagai ketua bersama Congressional Equality Caucus.
Dalam pernyataannya di situs web pribadinya, Pappas menegaskan komitmennya terhadap kesetaraan. Menurut dia, tidak seorang pun boleh mengalami diskriminasi karena siapa diri mereka atau siapa yang mereka cintai. Ia menyatakan akan memperjuangkan martabat dan kesetaraan seluruh warga Amerika.
Kemenangan bersejarah itu mendapat sambutan dari Human Rights Campaign (HRC), organisasi besar yang memperjuangkan hak-hak komunitas LGBTQ dan mendukung Pappas dalam pemilihan. HRC menyebut Pappas sebagai pejuang kesetaraan yang berdedikasi. Organisasi itu juga menyatakan kesiapan untuk terus memperjuangkan hak setiap warga Granite State, julukan bagi New Hampshire, bersama Pappas.
Organisasi advokasi LGBTQ lainnya, GLAAD, turut mengucapkan selamat kepada Pappas. GLAAD menilai kemenangan tersebut sebagai langkah yang sedang mencetak sejarah.
Pemilu sela AS sendiri akan menentukan apakah Partai Republik tetap menguasai Kongres sekaligus membentuk arah sisa masa jabatan kedua Presiden AS Donald Trump. Sejumlah jajak pendapat menunjukkan Partai Demokrat berpeluang besar merebut mayoritas kursi DPR dan bahkan mungkin Senat. Peluang itu muncul di tengah kemarahan warga AS terhadap kondisi perekonomian dan perang melawan Iran.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)