Kulkas Supermarket Eropa Jadi Sasaran Hacker, Pakar Sebut Ada Kemungkinan Keterlibatan Negara

Kulkas dan freezer supermarket di Eropa kembali diretas. Pakar keamanan siber Marta Rybczynska menyebut perangkat itu mudah diserang dan menduga ada keterlibatan kelompok yang didukung negara. Pavlina Pavlova menambahkan tiga alasan utama: mudah dijangkau, menarik, dan rapuh. Serangan terbaru melanda Belgia, Luksemburg, Estonia, Belanda, Irlandia, dan Swedia, setelah insiden serupa di Prancis yang menyebabkan suhu freezer naik hingga 50 derajat Celsius.

Nov 05, 2026 - 04:02
Updated: 9 hours ago
0
Kulkas Supermarket Eropa Jadi Sasaran Hacker, Pakar Sebut Ada Kemungkinan Keterlibatan Negara
Kulkas Supermarket Eropa Jadi Sasaran Hacker, Pakar Sebut Ada Kemungkinan Keterlibatan Negara

Serangan siber kembali menyasar kulkas dan freezer di sejumlah supermarket Eropa. Insiden terbaru ini menimpa toko-toko di Belgia, Luksemburg, Estonia, Belanda, Irlandia, dan Swedia pada Senin (2/11), hanya beberapa minggu setelah serangan besar terhadap sekitar 500-700 supermarket di Prancis pada 12 Oktober lalu.

Pakar keamanan siber dari perusahaan Ygreky, Marta Rybczynska, mengungkap alasan utama di balik pemilihan kulkas dan freezer sebagai target. Menurutnya, perangkat tersebut merupakan sasaran yang mudah karena petunjuk cara menyerangnya tersedia dengan mudah di internet. Ia juga menduga kemungkinan besar ada kelompok yang didukung oleh negara di balik rangkaian serangan ini, meski para peretas tidak mendapatkan keuntungan langsung.

"Penyelidik bungkam soal hasil investigasi saat ini di Prancis, tetapi melalui proses eliminasi, kemungkinan besar ada kelompok yang didukung oleh negara di balik ini semua," ujar Rybczynska, dikutip dari Euronews, Selasa (3/11).

Awalnya, Rybczynska menduga pelaku serangan di Prancis adalah sekelompok anak muda. Namun, setelah mengamati kasus terakhir, keyakinannya akan keterlibatan negara semakin kuat. "Setelah serangan di Prancis, saya sempat mengira pelakunya adalah sekelompok anak muda, namun dengan kasus terakhir ini kemungkinannya (keterlibatan negara) menjadi jauh lebih besar. Kecuali, jika mereka sadar meniru metodenya," imbuhnya.

Pendiri organisasi nirlaba keamanan siber Critical Cyber, Pavlina Pavlova, menambahkan bahwa perangkat yang diserang masih menggunakan sistem lama yang tidak lagi menerima pembaruan keamanan. Banyak perangkat pengendali di Prancis merupakan model lama yang celah keamanannya telah diketahui sejak 2025, tetapi tidak lagi diprioritaskan untuk diperbarui. Pavlova menjelaskan tiga alasan utama kulkas dan freezer menjadi incaran empuk: mudah dijangkau, menarik untuk diserang, dan perangkat kerasnya sangat rapuh.

Di era kecerdasan buatan, ancaman ini diperkirakan akan meningkat karena AI mempermudah pelaksanaan serangan canggih dan mengotomatiskan serangan pada skala serta kecepatan yang tidak dapat ditandingi manusia. "Deteksi kerentanan yang digerakkan oleh AI membuat pencarian dan eksploitasi titik lemah menjadi lebih mudah dan lebih cepat dari sebelumnya, termasuk pada fungsi-fungsi vital yang sangat diandalkan. Sementara, melakukan patching pada kecepatan yang masih menjadi hambatan besar bagi pihak yang bertahan. Kondisi ini mungkin akan memburuk sebelum akhirnya membaik," jelas Pavlova.

Meski demikian, banyak toko yang terdampak insiden terbaru tampak tidak meningkatkan perlindungan sistem mereka setelah serangan di Prancis. Rybczynska menilai hal ini terjadi karena toko-toko belum menyadari bahwa sistem operasional mereka berpotensi menjadi target serangan siber. Ia menekankan pentingnya melindungi layanan yang selama ini dianggap tidak terlalu penting namun tetap memiliki risiko keamanan.

"Masalah besar yang saya lihat adalah toko-toko tidak menganggap diri mereka sebagai target potensial. Menurut saya, ada kebutuhan mendesak untuk mulai melindungi layanan-layanan yang selama ini dianggap tidak cukup penting," tutur Rybczynska.

Hingga kini, belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Otoritas Prancis meyakini serangan pada 12 Oktober melibatkan pihak dari luar negeri, meski belum ada pihak yang secara resmi dituding sebagai pelaku. Kulkas, sistem pemanas, dan sistem keamanan kini terhubung ke internet agar dapat dipantau dari jarak jauh, sehingga memudahkan pemilik toko mengelolanya. Namun, perangkat apa pun yang terhubung ke internet berpotensi diretas, dan setelah berhasil masuk, peretas dapat mengumpulkan informasi, mengendalikan perangkat, mengunci pengguna, atau mematikan perangkat sepenuhnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User