Intelijen Israel Peringatkan AS soal Senjata Kimia Iran, Ada Curiga Motif Tersembunyi

Intelijen Israel melaporkan ke Amerika Serikat bahwa Iran tengah mengembangkan teknologi untuk memasang senjata kimia pada rudal. Sejumlah pejabat AS curiga laporan itu bertujuan membujuk Presiden Donald Trump agar kembali menyerang Iran. Israel juga menyampaikan klaim serupa ke negara-negara Teluk, namun dianggap belum memiliki bukti pasti.

Nov 05, 2026 - 04:02
Updated: 9 hours ago
0
Intelijen Israel Peringatkan AS soal Senjata Kimia Iran, Ada Curiga Motif Tersembunyi
Intelijen Israel Peringatkan AS soal Senjata Kimia Iran, Ada Curiga Motif Tersembunyi

Intelijen Israel dikabarkan telah menyampaikan peringatan kepada intelijen Amerika Serikat bahwa Iran saat ini sedang mengembangkan teknologi yang memungkinkan pemasangan senjata kimia pada rudal. Informasi tersebut dilaporkan New York Times dan menjadi bagian dari diskusi yang berlangsung selama dua pekan terakhir.

Menurut para pejabat Israel, ancaman senjata kimia Iran dinilai lebih mendesak dibandingkan ambisi Teheran mengembangkan senjata nuklir. Senjata kimia itu disebut berpotensi dipasang pada peluru kendali Iran, bahkan bisa diselundupkan ke Israel maupun negara lain untuk melancarkan serangan.

Di sisi lain, para pejabat AS meyakini Iran memang tengah mengembangkan senjata kimia. Namun, sebagian dari mereka meragukan niat Iran untuk benar-benar menggunakannya, terutama jika negara itu tidak lebih dulu diserang.

Kecurigaan pun muncul di kalangan pejabat AS. Sejumlah pihak menduga laporan Israel tersebut disampaikan dengan tujuan membujuk Presiden AS Donald Trump agar kembali melancarkan serangan terhadap Iran.

Selain kepada AS, Israel juga dikabarkan menyampaikan informasi serupa kepada negara-negara Teluk yang merupakan sekutu Washington. Akan tetapi, para pejabat Arab menilai klaim tersebut belum meyakinkan karena Israel tidak menyertakan bukti pasti.

Hingga kini, Israel enggan memberikan komentar terkait laporan tersebut. Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dikabarkan meminta Trump untuk kembali menyerang Iran dalam waktu secepatnya.

Permintaan itu sempat ditolak Trump karena AS akan menggelar pemilu paruh waktu pada 3 November. Trump kemudian memberi isyarat bahwa serangan bisa dilakukan setelah pemilu sela.

Media-media AS menyebut serangan baru tersebut akan menyasar Gunung Pickaxe dengan menggunakan bom non-nuklir terkuat milik Washington.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User