Warga Binaan Lapas Magelang Kini Belajar Karawitan, Bekal Budaya Saat Kembali ke Masyarakat

Lapas Kelas IIA Magelang menggelar pembinaan kesenian karawitan bagi warga binaan pada Rabu, 4 November 2026. Kegiatan ini melatih keterampilan bermain gamelan sekaligus menanamkan nilai disiplin, kesabaran, dan kerja sama. Kepala Lapas Agung Supriyanto menilai program ini membekali warga binaan dengan kegiatan positif dan menumbuhkan kecintaan terhadap budaya Nusantara.

Nov 05, 2026 - 04:01
Updated: 13 hours ago
0
Warga Binaan Lapas Magelang Kini Belajar Karawitan, Bekal Budaya Saat Kembali ke Masyarakat
Warga Binaan Lapas Magelang Kini Belajar Karawitan, Bekal Budaya Saat Kembali ke Masyarakat

Lapas Kelas IIA Magelang kembali menghadirkan program pembinaan yang menyasar pengembangan diri warga binaan pemasyarakatan (WBP). Kali ini, kesenian karawitan dipilih sebagai sarana pembinaan yang digelar pada Rabu, 4 November 2026.

Melalui kegiatan tersebut, warga binaan diajak mengenal dan mempelajari seni musik tradisional, mulai dari memainkan alat musik gamelan hingga memahami irama serta lagu-lagu tradisional Nusantara. Latihan ini menjadi ruang bagi mereka untuk mengembangkan keterampilan di bidang seni dan budaya.

Bukan hanya soal kemampuan bermain musik, pembinaan karawitan juga menanamkan nilai-nilai positif. Para peserta dituntut disiplin, sabar, serta mampu bekerja sama dan menjaga kekompakan agar setiap irama yang dimainkan menghasilkan harmonisasi dalam pertunjukan.

Kepala Lapas Magelang, Agung Supriyanto, menegaskan bahwa pembinaan kesenian merupakan bagian dari upaya membekali warga binaan dengan kegiatan positif. Manfaatnya diharapkan dirasakan selama menjalani masa pembinaan maupun setelah kembali ke tengah masyarakat.

Menurut Agung, pelestarian seni dan budaya tradisional perlu terus ditanamkan kepada generasi penerus, termasuk warga binaan. Langkah ini menjadi cara agar warisan budaya Nusantara tetap terjaga dan tidak tergerus perkembangan zaman.

Lapas Magelang berharap program karawitan ini mampu mendorong warga binaan mengembangkan potensi diri, menumbuhkan kecintaan terhadap budaya bangsa, sekaligus memberikan bekal keterampilan dan pengalaman positif dalam proses perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.

Salah satu peserta latihan, Heri, mengaku senang bisa mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, karawitan memberi pengalaman dan pengetahuan baru tentang seni musik tradisional sekaligus menjadi cara mengisi waktu dengan aktivitas yang positif.

"Saya merasa senang bisa ikut latihan karawitan. Selain bisa belajar memainkan alat musik gamelan, kegiatan ini juga mengajarkan kami tentang kekompakan, kesabaran, dan kerja sama. Harapannya, ilmu yang kami dapatkan di sini bisa terus dikembangkan dan menjadi bekal ketika nanti kembali ke masyarakat," ujar Heri.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User