Trump Menolak Disalahkan atas Kekalahan Republik, Malah Tuding Kandidat dan Fox News
Donald Trump membela kepemimpinannya usai Partai Republik kalah telak dari Demokrat di pemilu sela AS. Ia menegaskan hasil itu bukan pukulan bagi dirinya dan menilai penyebabnya adalah kandidat Republik yang gagal menarik pemilih, bukan perang Iran. Trump juga menyinggung peran Fox News dan bersikeras agendanya tetap berjalan meski politik Washington berubah drastis.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa kekalahan telak Partai Republik dari Partai Demokrat pada pemilu sela AS, Selasa (3/11), bukanlah pukulan bagi kepemimpinannya. Dalam wawancara telepon dengan Fox News tak lama setelah Demokrat menyapu bersih dominasi di Senat dan Dewan Perwakilan AS, Trump justru membela kinerjanya selama dua tahun terakhir.
"Tetapi saya tidak menganggap (hasil pemilu sela) ini sebagai pukulan terhadap diri saya," kata Trump. Ia bahkan mengklaim dua tahun terakhir sebagai periode terbaik dalam sejarah kepresidenan, baik dari segi perekonomian maupun berbagai kebijakan yang telah dijalankan, meski pernyataan itu disampaikan tanpa menyertakan bukti.
Trump juga menolak anggapan bahwa kekalahan Republik di berbagai wilayah Amerika disebabkan oleh perang Iran yang ia mulai delapan bulan lalu. Kepada The Wall Street Journal, ia menilai perang AS dan Iran hanya "sebagian" dari penyebab kekalahan partainya. Menurutnya, kesalahan utama justru berada di tangan para kandidat Partai Republik yang gagal menang atau mempertahankan kemenangan di wilayah lumbung suara.
"Saya kira mereka akan memperoleh hasil lebih baik," ujar Trump kepada Fox. Ia merujuk pada anggota Partai Republik dan menyinggung aksinya yang turun langsung dalam serangkaian kampanye di berbagai negara bagian basis partai. Tujuan kampanye itu, kata Trump, adalah mendorong pendukungnya agar "berpura-pura saya ikut dalam surat suara".
Meski strategi tersebut tidak berhasil, Trump tetap tidak melihat kegagalan itu sebagai akibat dari kinerjanya sendiri. Ia justru menyalahkan orang-orang yang berusaha ia bantu. "Mereka tidak mampu menginspirasi masyarakat untuk datang memilih," katanya kepada Fox News. "Dan saya tidak ada dalam surat suara. Kalau saya ada dalam surat suara, mereka pasti akan datang memilih."
Selain menyalahkan para kandidat, Trump juga sedikit menimpakan kesalahan kepada Fox News atas kekalahan Republik. Ia menyinggung pemberitaan positif Partai Demokrat yang belakangan muncul di media favoritnya itu. Trump bersikeras hasil pemilu sela tidak akan mengubah kepemimpinannya dan agenda pemerintahannya akan tetap berjalan seperti biasa, meskipun kondisi politik di Washington telah berubah drastis.
Pemilu sela kali ini memang mengejutkan dan mencetak sejumlah sejarah. Banyak kandidat Partai Republik yang kalah, termasuk sejumlah jagoan yang dipilih langsung oleh Trump seperti Darline Graham di South Carolina, Ken Paxton di Texas, Michael Whatley di North Carolina, dan Mike Collins di Georgia. Beberapa kandidat pilihannya bahkan bertentangan dengan pandangan mayoritas anggota Partai Republik. Namun, Trump tidak menyebut para kandidat jagoannya itu ketika mengeluhkan kekalahan kader-kader partainya.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)