Jokowi Beberkan Kronologi Lulus S1 UGM di Sidang Roy Suryo, Singgung Ujian Skripsi hingga Wisuda
Jokowi memberikan kesaksian dalam sidang kasus dugaan pencemaran nama baik yang menjerat Roy Suryo cs terkait tudingan ijazah palsu. Ia membeberkan proses kelulusan S1 UGM, mulai dari ujian skripsi pada 23 Oktober 1985, wisuda 19 November 1985, hingga ijazah yang terbit 5 November 1985. Jokowi juga menegaskan foto pada ijazah adalah dirinya dan menolak permintaan rombongan yang mendesak menunjukkan ijazah asli.
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) hadir sebagai saksi dalam sidang kasus dugaan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu yang menjerat Roy Suryo cs. Di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis, ia memaparkan secara rinci proses kelulusan strata satu (S1) dari Universitas Gadjah Mada (UGM).
Jokowi menegaskan seluruh tahapan akademis telah ia penuhi, mulai dari ujian skripsi hingga mengikuti prosesi wisuda. Menurutnya, ujian skripsi dilaksanakan pada 23 Oktober 1985. "Ya jadi ujian skripsi itu pada tanggal 23 Oktober 1985, Yang Mulia," ujar Jokowi dalam persidangan.
Setelah ujian skripsi, Jokowi mengikuti wisuda bersama lulusan dari berbagai fakultas di UGM pada 19 November 1985. Prosesi tersebut berlangsung di Gedung Purna Budaya Bulaksumur, Yogyakarta. Ia menyebut ada 14 mahasiswa dari Fakultas Kehutanan yang ikut wisuda pada kesempatan itu. "Satu Fakultas Kehutanan itu ada yang ikut wisuda itu ada 14 orang, Yang Mulia," katanya.
Jokowi mengaku tidak mengingat seluruh nama mahasiswa yang mengikuti wisuda tersebut. Namun, ia menyebut dirinya berada pada urutan ke-12 dari daftar yang diingatnya.
Dalam pemeriksaan lanjutan, jaksa menanyakan waktu penyerahan ijazah S1 kepada Jokowi setelah prosesi wisuda. Jokowi menjelaskan bahwa ijazahnya diterbitkan pada 5 November 1985. Dokumen tersebut ditandatangani oleh dua pejabat UGM, yakni Rektor UGM saat itu dan Dekan Fakultas Kehutanan.
Jaksa kemudian memastikan bahwa ijazah S1 yang sebelumnya diperlihatkan dalam persidangan merupakan dokumen milik Jokowi. "Betul, Yang Mulia," jawab Jokowi ketika ditanya mengenai kepemilikan ijazah tersebut.
Lebih lanjut, jaksa mendalami foto yang tercantum pada ijazah, menanyakan apakah foto itu milik Jokowi atau seseorang bernama Dumatno Budi Utomo. Jokowi menegaskan bahwa foto tersebut adalah fotonya. "Foto saya, Yang Mulia. Untuk apa dipasang fotonya Dumatno Budi Utomo?" jawabnya.
Jokowi juga mengaku tidak mengetahui bahwa ijazah S1 miliknya dijadikan objek penelitian oleh terdakwa. Ia menyatakan tidak pernah menerima permintaan izin atau pemberitahuan terkait penelitian tersebut. Jokowi lantas menceritakan pernah didatangi rombongan menggunakan bus yang menggelar demonstrasi di kediamannya. Tiga orang dari rombongan itu sempat dipersilakan masuk dan meminta dirinya memperlihatkan ijazah asli.
Namun, Jokowi menolak permintaan tersebut karena menilai rombongan itu tidak memiliki kewenangan untuk memeriksa dokumen pribadinya. Ia menegaskan hanya bersedia menunjukkan ijazah asli apabila diminta oleh aparat kepolisian, kejaksaan, maupun pengadilan.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)