Udara Kabur Masih Selimuti Sumbar, Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan
Udara kabur akibat akumulasi debu dan dugaan kabut asap kiriman masih melanda hampir seluruh wilayah Sumbar pada Rabu (21/10/2026). Warga diimbau memakai masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan. BMKG memprediksi hujan ringan di sejumlah daerah, sementara Payakumbuh, Lima Puluh Kota, dan Dharmasraya dilanda udara kabur hingga esok pagi.
Udara kabur yang dipicu akumulasi partikel debu dan dugaan kabut asap kiriman masih menyelimuti Sumatera Barat hingga Rabu (21/10/2026). Pada pagi hari, kondisi udara kabur tampak mendominasi hampir seluruh kota dan kabupaten di provinsi itu.
Menjelang siang, cuaca di Bukittinggi dan Padang Panjang mulai berangsur cerah berawan. Sementara Pariaman, Solok Selatan, dan Pesisir Selatan dilaporkan berawan tebal. Wilayah lain masih dilanda udara kabur.
Masyarakat pun diimbau memakai masker saat keluar rumah dan mengurangi aktivitas di luar ruangan guna mengantisipasi dampak buruk udara kabur terhadap kesehatan.
Berdasarkan peringatan dini cuaca yang dirilis BMKG, potensi hujan lebat hari ini nihil. Namun, hujan ringan berpotensi terjadi di Pasaman Barat, Pasaman, Agam, Padang Pariaman, Padang, Kabupaten Solok, Sawahlunto, dan Kepulauan Mentawai pada siang hingga malam hari.
Memasuki pukul 22.00 WIB, hujan ringan masih berpotensi mengguyur Pasaman, Kabupaten Solok, Sawahlunto, dan Sijunjung. Wilayah lainnya tetap berada dalam kondisi udara kabur.
Payakumbuh, Lima Puluh Kota, dan Dharmasraya diprakirakan dilanda udara kabur sejak pagi hingga esok pagi. Kondisi ini menjadi perhatian tersendiri bagi warga di kawasan tersebut.
Suhu udara di Sumbar hari ini berkisar 18-26 derajat Celsius di Bukittinggi sebagai wilayah terendah, sedangkan suhu tertinggi 28-31 derajat Celsius di Kepulauan Mentawai. Kecepatan angin mencapai 30 km/jam dengan kelembapan udara antara 66-99 persen.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)