Israel Gabung Forum Kepulauan Pasifik, Tawarkan Keahlian Air dan Iklim
Israel resmi bergabung dengan Forum Kepulauan Pasifik sebagai mitra sektoral. Kementerian Luar Negeri Israel mengumumkan langkah itu pada Rabu (21/10), dengan menawarkan keahlian di bidang pengelolaan air, desalinasi, pertanian, adaptasi perubahan iklim, inovasi, dan pembangunan berkelanjutan. Langkah ini mempererat hubungan Israel dengan negara-negara Pasifik yang selama ini dikenal sebagai pendukung setia Israel di forum internasional.
Israel resmi bergabung dengan Forum Kepulauan Pasifik (PIF) sebagai mitra sektoral. Pengumuman itu disampaikan Kementerian Luar Negeri Israel pada Rabu (21/10), menandai langkah baru dalam mempererat hubungan negara Yahudi tersebut dengan kawasan Pasifik.
Melalui kemitraan ini, Israel akan menawarkan keahlian untuk mendukung kebutuhan pembangunan negara-negara Pasifik. Kerja sama tersebut mencakup sejumlah bidang, mulai dari pengelolaan air dan desalinasi hingga pertanian, adaptasi perubahan iklim, inovasi, dan pembangunan berkelanjutan.
"Kerja sama ini akan berfokus pada prioritas regional, dengan memanfaatkan keahlian Israel dalam pengelolaan air, desalinasi, pertanian, adaptasi perubahan iklim, inovasi, dan pembangunan berkelanjutan," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Israel.
Pengumuman itu bertepatan dengan kunjungan Eynat Shlein, kepala Badan Bantuan Internasional Israel (MASHAV), ke Fiji dan Samoa. Dalam pernyataan di Facebook, Forum Kepulauan Pasifik menyebut pertemuan dengan Shlein menjadi kesempatan bagi negara-negara kawasan untuk menyampaikan tantangan pembangunan dan kebutuhan peningkatan kapasitas, sekaligus menjajaki peluang praktis pertukaran pengetahuan dan kemitraan.
Hubungan Israel dengan negara-negara Pasifik memang semakin erat dalam beberapa waktu terakhir. Nauru, misalnya, membuka kedutaan besar di Yerusalem bulan lalu. Langkah itu menjadikan Nauru sebagai salah satu dari segelintir negara yang mengakui klaim kedaulatan Israel atas kota tersebut meski menghadapi tekanan internasional. Papua Nugini dan Fiji juga memiliki kedutaan besar di Yerusalem, dan Samoa dijadwalkan menyusul pada akhir tahun ini.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa'ar mengunjungi kantor pusat forum di Suva, ibu kota Fiji, pada Juni. Kementerian Luar Negeri Israel menyebut penguatan hubungan dengan negara-negara Kepulauan Pasifik sebagai salah satu prioritas menteri luar negeri. Israel juga telah membuka kedutaan besar di Fiji pada awal tahun ini, yang turut melayani sembilan negara Kepulauan Pasifik lainnya.
Forum Kepulauan Pasifik yang beranggotakan 18 negara memiliki sekitar 30 mitra pembangunan, termasuk Amerika Serikat, China, Prancis, dan Inggris. Bulan lalu, para pemimpin Pasifik sepakat mereformasi skema kemitraan dengan negara-negara di luar kawasan, membagi kemitraan menjadi dua kategori, yakni mitra strategis dan mitra sektoral. Israel kini bergabung dalam kategori mitra sektoral.
Negara-negara Kepulauan Pasifik selama ini kerap menjadi salah satu pendukung setia Israel di forum internasional. Dukungan tersebut antara lain berkaitan dengan keyakinan keagamaan yang kuat di sejumlah wilayah, termasuk kepercayaan terhadap nubuat dalam Perjanjian Lama mengenai kembalinya kaum Yahudi ke Tanah Israel. Forum Kepulauan Pasifik belum segera menanggapi permintaan komentar terkait pengumuman tersebut.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)